Peserta JKN PBPU BP Pemda Rasakan Manfaat Nyata

3 hours ago 1

Peserta JKN PBPU BP Pemda Rasakan Manfaat Nyata

Peserta JKN PBPU BP Pemda, Rilani Mardiwiyono (63), merasakan langsung dari manfaat Program JKN./ Ist

Akses Pengobatan Bebas Biaya, Peserta JKN PBPU BP Pemda Rasakan Manfaat Nyata

SLEMAN -- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda) terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Seorang Peserta JKN PBPU BP Pemda, Rilani Mardiwiyono (63), merasakan langsung dari manfaat Program JKN. Meski kepesertaan JKN Rilani sempat berhenti, kepesertaannya bisa diurus dan bisa segera mengakses layanan kesehatan.

Rilani dirawat di RS Bhayangkara karena mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski kepesertaannya baru aktif kembali, Rilani merasakan pelayanan yang diterimanya begitu baik saat mengakses layanan kesehatan. Dia juga tak merasa adanya perbedaan layanan dengan pasien umum.

"Kemarin sempat nonaktif kepesertaannya tapi bisa langsung aktif kembali saat diurus. Dan pelayannya alhamdulillah baik," terang Rilani, Rabu (17/6).

Menurut Rilani layanan yang ia terima tidak hanya cepat, tetapi juga ramah. Karena kondisinya, semula Rilani harus masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan perawatan segera.

Waktu pertama dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), ia merasakan kondisi demam hebat. Karena demam selama tiga hari, makanya lantas dibawa ke FKRTL.

"Awalnya demam tinggi. Karena sudah tiga hari terus diperiksakan.” tuturnya.

Selama empat hari dirawat, Rilani merasa baik dokter maupun perawat yang menanganinya bersikap sangat koorperatif. Ia juga sering mendapatkan penjelasan saat dokter datang mengecek kondisinya.

"Perawat dan dokternya baik semua. Pelayanan cepat dan ramah" ujarnya.

Setelah empat hari menjalani perawatan, kondisi Rilani berangsur-angsur membaik. Demam yang dialaminya sudah turun, tidak seperti saat awal pertama masuk ke FKRTL.

"Enggak demam lagi, alhamdulillah sudah sehat. Sudah turun demamnya, kepalanya sudah sembuh, lambung sudah sembuh. Ini cuman tunggu DB-nya aja," ungkapnya.

Selama dirawat, Rilani mengaku tak dipungut biaya sepeser pun baik itu perawatan maupun obat-obatan.
Sementara itu sang anak, Murtini berharap layanan JKN terus ada dan menjangkau banyak masyarakat.

Selama menemani sang ibu dirawat di rumah sakit, Murtini melihat pelayanan yang diberikan kepadanya ibunya sudah sangat baik. Senada dengan sang ibu, ia menilai jika layanan yang diberikan tidak membeda-bedakan.

"Sudah, semuanya sudah oke. Alhamdulillah baik, enggak ada bedanya," ujarnya.

Murtini ingat betul bagaimana kondisi pertama ibunya saat dirawat di rumah sakit. Sang ibu kata Murtini merasa pusing dan sesak napas saat pertama dibawa ke FKRTL.

"Waktu pertama dibawa ke rumah sakit kondisi gawat. Ibu merasa sesak nafas dan pusing" ujarnya.

Setelah empat hari dirawat, Murtini melihat perkembangan pemulihan kesehatan sang ibu. Kata dia, kondisi ibunya sudah membaik dan tinggal menunggu kadar trombosit kembali normal.

"Semua sudah oke, sudah normal, semua sudah sembuh. Tinggal nunggu trombositnya ini,"

Bukan kali pertama sang ibu harus dirawat di rumah sakit. Sebelumnya kata Murtini sang ibu pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit hipertensi. Kala itu Program JKN juga menjadi jaminan kesehatan yang dipakai sang ibu untuk mengakses layanan kesehatan.

Ketika ditanya adakah perbedaan antara pelayanan BPJS Kesehatan dulu dan sekarang, Murtini berujar jika pelayanannya sama saja, sama baiknya.

Mengingat manfaatnya, Murtini berharap Program JKN tetap terus ada ke depannya.

"Semoga lebih baik dan bermanfaat untuk orang banyak. Program JKN sangat membantu," tutup Rilani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news