
Pesawat jenis pilatus milik AMA yang dibakar KKB di Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (ANTARA/HO/Dokumentasi)
Harianjogja.com, JAYAPURA — Proses evakuasi pilot pesawat AMA yang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terkendala kondisi cuaca buruk. Tim evakuasi terpaksa menunda misi dan akan melanjutkannya pada Jumat (3/7/2026).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artadiguna, mengungkapkan tim sempat diterbangkan dari Timika menuju lokasi kejadian. Namun, setelah sekitar 15 menit penerbangan, kondisi cuaca yang tidak bersahabat memaksa tim kembali ke titik awal.
“Rencananya besok pagi tim akan kembali diterbangkan ke Balinggama untuk mengevakuasi korban,” ujar Wirya, Kamis (2/7/2026).
Pilot Tewas Asal Amerika Serikat
Korban diketahui bernama Nicholas F. Goselin (20), seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat. Ia dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada hari yang sama.
Dari laporan awal yang diterima, insiden tersebut diduga melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membakar pesawat milik AMA dengan nomor penerbangan PK-RCY. Pesawat itu sebelumnya terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa sejumlah penumpang.
Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Salino, membenarkan adanya peristiwa pembakaran pesawat di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham. Namun, hingga kini pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait kondisi pesawat serta nasib para penumpang.
“Lokasi kejadian hanya bisa dijangkau menggunakan pesawat, sehingga proses pengumpulan data dan evakuasi membutuhkan waktu,” kata Zet.
Ia menjelaskan, akses menuju lokasi dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, hanya dapat ditempuh melalui jalur udara dengan waktu penerbangan sekitar 30 menit.
Data Penumpang Pesawat AMA
Berdasarkan data sementara, pesawat nahas tersebut mengangkut tujuh penumpang. Mereka masing-masing bernama Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.
Hingga kini, aparat gabungan masih berupaya memastikan kondisi seluruh penumpang serta mengamankan lokasi kejadian. Selain faktor keamanan, cuaca di wilayah pegunungan Papua juga menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko penerbangan di wilayah Papua, terutama di daerah dengan akses terbatas dan kondisi geografis yang ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
6
















































