
Adegan dalam film animasi KPop Demon Hunters. - Netflix
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pariwisata melihat maraknya konser K-Pop di Indonesia sebagai peluang besar untuk mendongkrak sektor pariwisata. Pemerintah pun mendorong kolaborasi lintas industri guna menciptakan paket wisata tematik berbasis konser atau concert tourism.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengajak Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) serta Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) untuk merancang paket wisata bertema K-Pop yang terintegrasi. Paket ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.
“Konser internasional, khususnya K-Pop, memiliki daya tarik luar biasa. Ini bisa menjadi pintu masuk untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia ke level global,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Nia, penyelenggaraan konser K-Pop di kota-kota besar seperti Jakarta telah terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan. Ribuan penonton yang datang tidak hanya membeli tiket konser, tetapi juga membelanjakan uangnya untuk akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga merchandise.
Perputaran ekonomi tersebut dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara, baik melalui pajak hiburan, pajak hotel dan restoran, hingga sewa venue yang dikelola perusahaan milik negara.
Tak hanya itu, konser di dalam negeri juga dinilai mampu menahan potensi kebocoran devisa. Pasalnya, penggemar K-Pop di Indonesia tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk menyaksikan idolanya secara langsung.
“Dengan banyaknya konser di dalam negeri, belanja wisata tetap berputar di Indonesia. Ini tentu menguntungkan bagi ekonomi nasional,” katanya.
Kementerian Pariwisata pun membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai asosiasi industri perjalanan wisata seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, hingga IINTOA untuk mengembangkan paket concert tourism. Konsep ini mencakup layanan terpadu mulai dari tiket konser, transportasi, akomodasi, hingga kunjungan ke destinasi wisata unggulan.
Melalui paket tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga memperpanjang masa tinggal (length of stay) serta meningkatkan pengeluaran selama berada di Indonesia.
“Tujuannya menciptakan multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian, terutama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Nia menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pasar konser musik terbesar di kawasan ASEAN. Basis penggemar musisi internasional, termasuk K-Pop, dinilai sangat kuat dan tersebar di berbagai kota besar.
Grup K-Pop papan atas seperti BLACKPINK dan BTS disebut memiliki basis penggemar besar di Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi promotor untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi konser kelas dunia.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga membuka peluang kolaborasi dengan idola K-Pop asal Indonesia untuk ikut mempromosikan destinasi wisata Tanah Air di kancah global.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang tidak hanya kaya budaya dan alam, tetapi juga menjadi pusat hiburan kelas internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
1
















































