PBNU Gelar Munas-Konbes 2026, Bahas Persiapan Muktamar

5 hours ago 3

PBNU Gelar Munas-Konbes 2026, Bahas Persiapan Muktamar

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (ANTARA/HO-PBNU)

Harianjogja.com, JAKARTA—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 sebagai forum strategis terakhir sebelum menuju agenda besar Muktamar NU.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menjadi agenda penting yang digelar untuk membahas berbagai persiapan menuju muktamar.

Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, K.H. Ahmad Said Asrori, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan forum terakhir dalam masa kepengurusan PBNU saat ini sebelum memasuki tahapan persiapan muktamar.

“Munas dan Konbes ini pembahasannya adalah menyangkut masalah-masalah dunia, menyangkut waqi'iyah, qanuniyah, dan maudlu'iyyah. Sekaligus nanti membahas tentang organisasi, kemudian komisi rekomendasi, program, dan lain-lain yang berhubungan dengan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Indonesia,” katanya di Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

Ia menegaskan bahwa forum tersebut akan membahas beragam persoalan strategis, mulai dari isu keagamaan, dinamika organisasi, hingga persoalan kebangsaan yang berkembang di masyarakat.

Ia juga berharap kegiatan yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tersebut dapat berjalan lancar serta menghasilkan keputusan yang memberi manfaat luas bagi warga NU maupun masyarakat Indonesia.

“Harapannya Munas Konbes ini berjalan semuanya dengan baik, dengan gembira, bahagia, dan tentu yang kita harapkan adalah menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat khususnya bagi warga NU, warga pondok pesantren, warga Indonesia semuanya,” ujarnya.

Sekretaris SC Munas dan Konbes NU 2026, K.H. Amin Said Husni, menjelaskan kedudukan Munas dan Konbes dalam sistem permusyawaratan di lingkungan NU yang berada satu tingkat di bawah Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi.

Ia menerangkan bahwa kedua forum tersebut memang berbeda, namun hampir selalu dilaksanakan secara paralel dalam satu rangkaian kegiatan organisasi.

Menurutnya, Munas diikuti oleh utusan Syuriah Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari seluruh Indonesia, sedangkan Konbes dihadiri oleh utusan Tanfidziyah PWNU dari 38 provinsi.

“Munas membahas masalah diniyah atau keagamaan, baik yang sifatnya waqi’iyah, maudlu’iyyah maupun qanuniyah,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa waqi’iyah merujuk pada persoalan hukum yang muncul dari realitas sosial masyarakat, maudlu’iyyah berkaitan dengan tema-tema keagamaan tertentu yang dipandang penting oleh NU, sedangkan qanuniyah menyangkut sikap organisasi terhadap regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun yang masih dibahas.

Sementara itu, Konbes memiliki kewenangan membahas peraturan perkumpulan (Perkum) yang posisinya berada di bawah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

“Kalau AD/ART dibahas dan diputuskan serta ditetapkan oleh muktamar. Sedangkan peraturan perkumpulan atau Perkum itu adalah regulasi yang dibahas dan ditetapkan di dalam Konbes ini,” kata dia.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa prosesi pembukaan kegiatan akan dimulai pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB.

“Nanti pukul 19.00 akan dimulai prosesi pembukaan Munas dan Konbes yang akan berlangsung selama dua hari, hari Ahad dan Senin. Setelah itu kami akan melakukan penutupan Munas Konbes di Bangkalan pada tanggal 23 Juli yang akan datang,” kata Gus Ipul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news