PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF — Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor) Provinsi Sumatera Barat, Afniwirman, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan jalan usaha tani di Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur pertanian yang berasal dari program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sumatera Barat benar-benar berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani.
Lokasi pertama yang dikunjungi yakni Jalan Usaha Tani Kelompok Tani Bungo Ladiang II di Nagari Sigunanti, Kecamatan Kinali. Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke Jalan Usaha Tani Kelompok Tani Basung Jata di Nagari Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali. Kemudian diakhiri Kelompok ke Jalan Usaha Tani Tani Tanjung Saiyo, Jorong Garagah, Nagari Simpang, Kecamatan Simpati.
Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan jalan usaha tani yang merupakan bagian dari program Pokok Pikiran Anggota DPRD Sumatera Barat, Hanafi. Selain mengecek progres pekerjaan, kunjungan tersebut juga menjadi ajang evaluasi terhadap kualitas pembangunan agar hasilnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Afniwirman mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Disbuntanhor terus mengawal berbagai program pembangunan infrastruktur pertanian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Infrastruktur tersebut meliputi pembangunan jalan usaha tani, rabat beton hingga jaringan irigasi tersier yang menjadi kebutuhan utama dalam mendukung aktivitas pertanian.
“Pada hari ini kami melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan pembukaan jalan usaha tani yang berasal dari program Pokok Pikiran Anggota DPRD Sumatera Barat. Program ini merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur pertanian yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat, baik berupa jalan usaha tani, rabat beton maupun irigasi tersier,” kata Afniwirman.
Ia menjelaskan, untuk ruas jalan usaha tani yang ditinjau di Nagari Sigunanti memiliki panjang sekitar 280 meter dan saat ini pengerjaannya telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.
Menurutnya, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama sehingga manfaat jalan tersebut dapat dirasakan petani dalam jangka panjang. Karena itu, pihaknya meminta kontraktor pelaksana menyelesaikan pekerjaan secara maksimal sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kami berharap kontraktor dapat menyelesaikan pekerjaan ini secara maksimal sehingga kualitasnya benar-benar sesuai dengan yang diharapkan. Infrastruktur ini nantinya akan memberikan kemudahan bagi petani dalam mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju jalan utama sehingga aktivitas pertanian menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Afniwirman menambahkan, pembangunan jalan usaha tani merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses menuju sentra tanaman pangan dan hortikultura. Selama ini, keterbatasan akses jalan menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani, terutama saat mengangkut hasil panen.
Dengan tersedianya jalan usaha tani yang memadai, biaya transportasi dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan kualitas hasil panen dapat lebih terjaga karena proses distribusi berlangsung lebih cepat.
Sementara itu, Penjabat Wali Nagari Sigunanti, Zainil, menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Sumatera Barat dan Disbuntanhor Sumbar atas terealisasinya pembangunan jalan usaha tani di wilayahnya.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena sebelumnya petani harus melewati akses yang sulit saat membawa hasil panen dari lahan pertanian.
“Kami Pemerintah Nagari Sigunanti mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Sumatera Barat dan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar atas terlaksananya pembangunan jalan usaha tani ini. Sebelum ada jalan ini masyarakat kami mengalami kesulitan membawa hasil pertanian dan biaya angkut yang harus dikeluarkan juga cukup besar,” katanya.
Ia meyakini keberadaan jalan usaha tani tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat. Selain mempermudah akses menuju lahan tanaman pangan dan hortikultura, biaya pengangkutan hasil panen akan semakin rendah sehingga pendapatan petani diharapkan meningkat.
Pembangunan jalan usaha tani menjadi salah satu infrastruktur strategis yang terus didorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat sektor pertanian. Selain meningkatkan konektivitas kawasan pertanian, keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperlancar distribusi hasil panen, serta mendukung kesejahteraan petani di berbagai sentra produksi tanaman pangan dan hortikultura.

10 hours ago
4


















































