PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi meresmikan fasilitas High Frequency (HF) Radar Array yang yang berada di Pantai Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jumat (3/7).
Dalam sambutannya, Kepala BMKG Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pemasangan HF radar ini bertujuan untuk mendapatkan informasi cepat di bidang kemaritiman, dan sekaligus untuk memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat terkait dengan potensi dari bencana tsunami dan lain sebagainya.
“Sumatera Barat memiliki 3 radar yang kita bagi pada tiga titik, pertama C-band radar untuk penerbangan yang berada di Bandara Minangkabau, kemudian radar maritim di Teluk Bayur tapi terbatas di daerah sekitar pelabuhan. Untuk radar ketiga adalah HF radar dengan jangkauan sampai 150 kilometer yang dipasang di dua lokasi ini,” ujarnya.
High-Frequency (HF) Radar Array adalah jaringan antena radio yang beroperasi pada pita frekuensi tinggi (3 hingga 30 MHz). Teknologi ini digunakan untuk memantau wilayah laut dan udara yang sangat luas dari jarak jauh secara real-time. Tidak seperti radar konvensional yang terbatasi oleh kelengkungan bumi (garis pandang/line-of-sight), gelombang HF mampu merambat melampaui cakrawala.
“Untuk cara kerja sistemnya yaitu radar memancarkan gelombang radio HF ke arah laut, kemudian gelombang merambat menggunakan metode Surface Wave (menyusuri permukaan laut) atau Skywave (memantul ke ionosfer bumi untuk jarak ribuan kilometer). Untuk pantulan (Scattering), gelombang radio menabrak riak gelombang laut dan memantul kembali ke antena penerima. Pergerakan arus laut mengubah frekuensi gelombang yang kembali. Komputer menganalisis pergeseran frekuensi (Doppler shift) ini untuk menghitung kecepatan arus dan target. Di Indonesia, instansi seperti BMKG dan Bakamla RI terus memperluas pemasangan HF Radar di titik strategis seperti Selat Bali dan Selat Malaka guna memperkuat keamanan dan navigasi maritim nasional, “ jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan bahwa kehadiran HF Radar ini merupakan tonggak penting sekaligus lompatan teknologi yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) di wilayah pesisir barat Sumatra.
“Alat canggih ini memiliki kemampuan mendeteksi dinamika laut secara real-time, memetakan arah dan kecepatan arus permukaan laut secara presisi, serta memantau tinggi gelombang di laut lepas. Selain meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir dan para nelayan, keberadaan radar ini juga dirancang untuk mendukung optimalisasi data operasional pencarian dan penyelamatan (SAR) jika terjadi kecelakaan laut, “ ujarnya.
Momen peresmian fasilitas ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BMKG atas kolaborasi ini dan berkomitmen untuk mengintegrasikan data radar tersebut ke dalam kanal informasi publik daerah agar mudah dipahami oleh masyarakat luas dan nelayan setempat.
“Mari kita jaga bersama aset negara yang bernilai tinggi ini. Fasilitas fisik dan antena radar yang dibangun di wilayah kita ini adalah milik bersama, yang manfaatnya kembali untuk keselamatan dan kesejahteraan warga kita sendiri. Semoga teknologi ini membawa berkah, keselamatan, dan mendorong kebangkitan ekonomi sektor maritim di kota Tabuik kebanggan kita Bersama, “tutupnya.
Peresmian HF Radar Array ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Kepala BMKG Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan disaksikan oleh berbagai pihak.

9 hours ago
5


















































