
Pedagang menata Minyakita di Bandung, Jawa Barat. Bisnis.com/Rachman
Harianjogja.com, WONOGIRI—Kasus dugaan minyak goreng Minyakita berbau minyak tanah yang ditemukan dalam paket bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, masih terus diselidiki. Polres Wonogiri kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari BPOM Solo untuk memastikan penyebab munculnya aroma menyengat pada produk tersebut.
Sampel minyak goreng yang diduga bermasalah telah dikirim ke laboratorium BPOM Solo dan mulai menjalani pengujian. Hasil pemeriksaan ilmiah itu nantinya akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan sumber persoalan, apakah berasal dari proses produksi, kemasan, atau faktor lain dalam rantai distribusi.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan penyelidikan dilakukan sebagai bentuk evaluasi agar penyaluran komoditas pangan kepada masyarakat benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas konsumsi.
“Langkah paling utama memang dari pihak Bulog dan produsen sudah langsung melakukan penarikan serta penggantian barang. Namun perkara ini tetap menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami. Kami terus melakukan pendalaman di lapangan,” ujar Wahyu kepada Espos, Senin (22/6/2026).
Menurut Wahyu, pihak kepolisian masih membuka berbagai kemungkinan terkait penyebab munculnya bau menyengat pada minyak goreng tersebut. Karena itu, hasil pengujian laboratorium menjadi aspek penting dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Hari ini sampel mulai diuji di BPOM. Kami ingin melihat secara ilmiah apakah bau menyengat ini bersumber dari material kemasannya atau justru berasal dari kandungan formula di dalam minyak goreng itu sendiri,” katanya.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Wonogiri melalui Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) telah melakukan olah tempat kejadian perkara di salah satu desa di Kecamatan Kismantoro pada Kamis (18/6/2026) setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kualitas produk Minyakita dalam bantuan pangan tersebut.
Polisi Amankan 37 Kantong Minyakita
Kanit II Tipidter Satreskrim Polres Wonogiri, Ipda Wahyu Teguh, menjelaskan petugas telah mengamankan sebanyak 37 kantong Minyakita sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 kantong masih dalam kondisi tersegel, sedangkan dua kantong lainnya telah dibuka oleh warga penerima bantuan sebelum laporan disampaikan kepada pihak berwenang.
Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah warga penerima bantuan dan menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak produsen minyak goreng yang bersangkutan.
Berdasarkan keterangan warga, minyak goreng yang diduga bermasalah tidak hanya mengeluarkan aroma menyerupai minyak tanah, tetapi juga memiliki warna yang lebih keruh dibandingkan biasanya. Warga juga mengaku minyak tersebut berubah menjadi hitam lebih cepat saat digunakan untuk menggoreng.
Bupati Wonogiri Minta Pengawasan Mutu Diperketat
Terpisah, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengapresiasi langkah cepat Perum Bulog yang langsung menarik produk dari peredaran setelah muncul laporan dari masyarakat.
Menurut dia, penarikan produk menjadi langkah penting untuk menghindari potensi dampak yang tidak diinginkan terhadap kesehatan masyarakat.
“Harapan kami memang kalau kualitas produk keluar dari standar ya langsung ditarik saja, dan itu sudah dilakukan oleh Bulog. Ke depan, kami meminta ada fungsi kontrol dan pengawasan mutu yang jauh lebih ketat dari pihak-pihak terkait. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, jadi pengawasan tidak boleh kendor, baik untuk komoditas minyak goreng maupun beras,” ujar Setyo.
Hingga saat ini, hasil resmi pengujian laboratorium BPOM Solo masih ditunggu. Temuan ilmiah tersebut akan menjadi acuan penting bagi kepolisian dalam mengungkap penyebab dugaan kontaminasi Minyakita serta menentukan langkah lanjutan dalam proses penyelidikan kasus Minyakita di Wonogiri yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































