Milad ke-16, LAZISMU Sumbar Dorong Zakat Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan

6 hours ago 2

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF- Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Sumatera Barat menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatera Barat senilai Rp103 juta.

Bantuan tersebut berasal dari LAZISMU Jawa Tengah sebesar Rp100 juta dan Pertamina sebesar Rp3 juta. Penyaluran dilakukan dalam rangkaian Milad ke-16 LAZISMU Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Kamis (20/8/2026).

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Dr Bachtiar, M.Ag, mengatakan perjalanan LAZISMU di Sumbar tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang gerakan filantropi Muhammadiyah.

Menurutnya, salah satu momentum yang memperkuat gerakan tersebut adalah gempa besar yang melanda Sumatera Barat pada 2009.

“LAZISMU lahir berawal dari terjadinya gempa tahun 2009. Di Muhammadiyah sebelumnya, mobilisasi potensi umat sudah dilakukan sejak awal,” katanya.

Ia menjelaskan, jauh sebelum LAZISMU hadir sebagai lembaga amil zakat, Muhammadiyah telah memiliki tradisi menghimpun dan mendistribusikan potensi umat melalui berbagai badan dan gerakan sosial.

Seiring berkembangnya regulasi mengenai pengelolaan zakat dan filantropi di Indonesia, berbagai potensi tersebut kemudian dikonsolidasikan melalui lembaga amil zakat.

Di Sumbar, embrio LAZISMU mulai berkembang pada akhir kepemimpinan almarhum Khatib Pahlawan Kayo. Sebelumnya, praktik penghimpunan dan pendistribusian zakat secara kelembagaan telah dilakukan Muhammadiyah melalui BP ZIS yang ketika itu aktif digerakkan pimpinan Muhammadiyah di Payakumbuh.

Bachtiar menilai kiprah tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap penghimpunan dana ZIS di Sumbar. Ia berharap daerah lain dapat mengikuti langkah PDM Kota Payakumbuh dalam mengoptimalkan potensi ZIS.

Namun, menurutnya, tantangan LAZISMU ke depan bukan hanya memperbesar penghimpunan dana, tetapi juga menjaga kepercayaan publik.

“Dalam pengelolaan ZIS, yang sangat diperlukan adalah trust, kepercayaan publik. Ketika kepercayaan publik turun, kegiatan yang sudah dirancang akan menimbulkan problem dalam penghimpunan dana ZIS,” tegasnya.

Pada Milad ke-16, ia mendorong LAZISMU Sumbar terus berbenah dan menjadi lembaga yang semakin dipercaya masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya perubahan paradigma dalam pendistribusian dana ZIS.

Menurutnya, dana ZIS tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat.

“Selama ini pendistribusian lebih kepada hal-hal bersifat konsumtif, tidak produktif. Pendampingan pun belum maksimal sehingga begitu banyak kelompok miskin yang belum terentaskan,” ujarnya.

Ia berharap momentum Milad ke-16 LAZISMU Sumbar menjadi titik perubahan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima bantuan, tetapi dipetakan, didampingi dan diberdayakan agar secara bertahap mampu keluar dari kemiskinan.

“Semoga ada pergeseran di Muhammadiyah, bagaimana ada pemetaan masyarakat penerima dari kondisi miskin ke sejahtera. Ini akan jadi bagian dari kerja-kerja kita ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU Pusat, Gunawan Hidayat, menekankan pentingnya akuntabilitas dan kualitas pelayanan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi tidak hanya dibangun melalui satu indikator. Audit, pemeriksaan, transparansi, tata kelola hingga pelayanan kepada muzaki merupakan satu kesatuan.

Ia menyebut LAZISMU telah menjalani audit sebanyak tujuh kali dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat itu tidak satu sudut pandang. Begitu banyak audit, pemeriksaan dan sebagainya yang harus dipenuhi. LAZISMU sudah tujuh kali diaudit dengan predikat WTP,” katanya.

Meski demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat LAZISMU berpuas diri. Gunawan secara khusus meminta LAZISMU Sumbar memperkuat pelayanan kepada para muzaki.

Sebab, keberlanjutan gerakan filantropi sangat bergantung pada kemampuan lembaga dalam menjaga hubungan dan kepercayaan para pemberi zakat.

“Pesan saya kepada LAZISMU Sumbar harus fokus kepada pelayanan customer, dalam hal ini muzaki,” jelasnya.

Sedangkan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar, Al Amin, menyampaikan apresiasi atas perjalanan LAZISMU Sumbar yang telah memasuki usia 16 tahun.

Menurutnya, usia tersebut menunjukkan konsistensi dan integritas Muhammadiyah dalam membangun gerakan filantropi sekaligus mengelola potensi zakat masyarakat.

Ia menilai tema Milad ke-16 LAZISMU Sumbar sangat strategis dan sejalan dengan visi pembangunan Sumatera Barat. Di tengah kompleksitas persoalan sosial, gerakan filantropi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Diperlukan integrasi antarlembaga, termasuk dalam hal data penerima manfaat.

“Gerakan filantropi tidak bisa sendiri-sendiri. Kita butuh integrasi data. Penyaluran zakat harus tepat sasaran demi pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting di Sumbar,” katanya.

Menurut Al Amin, integrasi data akan membuat dana umat semakin tepat sasaran sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih bantuan.

Yang tidak kalah penting, manfaat zakat harus diarahkan pada program-program produktif.

Pemprov Sumbar, lanjutnya, juga mendorong LAZISMU mempertahankan sekaligus meningkatkan tata kelola kelembagaan yang akuntabel, transparan dan profesional.

Sebab, tata kelola tersebut merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Teruslah berinovasi, libatkan generasi muda untuk melahirkan program kemanusiaan yang segar dan berdampak,” katanya.

Sementara itu, Manager Area LAZISMU Sumatera Barat, Dr. M. Amirul Ramli, M.Pd, mengatakan Milad ke-16 tahun ini mengangkat tema “Integrasi Menguatkan Dampak, Menebar Manfaat untuk Umat”.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sumbar, muzaki dan para donatur yang selama ini memberikan dukungan kepada LAZISMU.

Menurutnya, dukungan tersebut membuat LAZISMU Sumbar mampu menghimpun sekaligus menyalurkan dana ZIS kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah pada momen milad ini dapat kami sampaikan atas kerjasama seluruh Muzaki dan donatur terhimpun dana dan kami salurkan Rp 4,8 miliar. Dana Masyarakat yang kami kelola melalui Lazismu se Sumbar,” ungkapnya.

Ia menyebut hingga momentum Milad ke-16, LAZISMU Sumbar telah menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat sebesar Rp4,8 miliar dari target Rp3,7 miliar.

Selain itu, melalui dukungan mitra, muzaki dan donatur, LAZISMU Sumbar juga menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Sumatera Barat. Bantuan tersebut berasal dari LAZISMU Jawa Tengah sebesar Rp100 juta dan Pertamina sebesar Rp3 juta.

“Besar harapan kami kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat. Mari kita sama-sama mengintegrasikan kekuatan dampak dari zakat untuk masyarakat. Ayo salurkan infak zakat dan sedekah ke Lazismu Sumatera Barat,” ujarnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news