Mendiktisaintek Ajak Guru Besar Perkuat Kemandirian Iptek RI

14 hours ago 6

Mendiktisaintek Ajak Guru Besar Perkuat Kemandirian Iptek RI

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto memberi sambutan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dewan Guru Besar (MDGB) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang dihelat di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jumat (19/6/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak para guru besar di perguruan tinggi untuk memperkuat peran kampus dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kemandirian bangsa di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (21/6/2026), Brian menegaskan bahwa kunci kemajuan negara terletak pada kemampuan menciptakan kemandirian, terutama melalui penguasaan sains, riset, dan inovasi teknologi.

Perguruan Tinggi Jadi Lokomotif Solusi Nasional

Brian menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya terobosan yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional. Ia meminta para guru besar untuk aktif berkontribusi dalam riset yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Saya mengajak bapak dan ibu guru besar untuk memberikan upaya terbaik dalam mencari berbagai terobosan. Kunci kemajuan suatu negara adalah kemandirian,” ujarnya.

Menurutnya, ketergantungan terhadap energi, teknologi, dan sumber daya dari luar negeri menjadi tantangan serius yang harus direspons melalui penguatan riset dalam negeri.

Dorong Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Brian menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, nilai tambahnya belum optimal jika tidak didukung oleh riset, inovasi, serta tata kelola yang baik.

Karena itu, perguruan tinggi diminta untuk mengambil peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah, termasuk penguatan ketahanan energi, hilirisasi industri, serta transformasi teknologi.

“Berbagai tantangan tersebut membutuhkan solusi berbasis sains yang lahir dari kolaborasi akademisi, peneliti, dan pemerintah,” tegasnya.

Unpad Dorong Kampus Berdampak

Rektor Universitas Padjadjaran, Universitas Padjadjaran (Unpad), Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Ia menilai kampus unggul bukan hanya yang memiliki reputasi akademik tinggi, tetapi juga yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Konsep Kampus Sehat dan Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Majelis Dewan Guru Besar (MDGB) PTN-BH, Mindriany Syafila, menekankan pentingnya konsep “kampus sehat” yang tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga mental, sosial, dan lingkungan.

Ia menilai kampus harus menjadi ruang yang mendukung lahirnya lulusan berkualitas sekaligus agen perubahan di masyarakat.

“Kampus sehat bukan sekadar angan-angan, melainkan komitmen nyata yang harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah Jadi Kunci

Dorongan pemerintah dan akademisi ini menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, dan pemerintah dalam menjawab tantangan global.

Dengan penguatan riset dan inovasi, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak transformasi ekonomi dan teknologi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news