Kabel Semrawut Mulai Ditata, Jalan Kenari Jadi Percontohan

3 hours ago 3

Jumali

Jumali Senin, 15 Juni 2026 21:27 WIB

Kabel Semrawut Mulai Ditata, Jalan Kenari Jadi Percontohan

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo (kiri) bersama perwakilan DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro memotong kabel FO sebagai simbol relokasi dari kabel udara ke dalam ducting di Jalan Kenari/ Pemkot Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Pemandangan kabel telekomunikasi yang semrawut di Kota Jogja mulai ditata secara bertahap. Jalan Kenari menjadi lokasi percontohan pemindahan kabel fiber optik ke saluran bawah tanah untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih rapi dan nyaman.

Program tersebut bertujuan menciptakan ruang kota yang lebih tertata sekaligus mengurangi keberadaan kabel udara yang dinilai mengganggu estetika kawasan perkotaan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menegaskan gedung baru DPRD DIY diharapkan menjadi kawasan yang bebas dari kabel bergelantungan. Menurutnya, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya menghilangkan "sampah visual" yang selama ini masih banyak ditemukan di sejumlah ruas jalan Kota Jogja.

"Jadi istilahnya tidak ada sampah visual," ujar Hasto dikutip dari laman Pemkot Jogja, Senin (15/6/2026).

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemkot Jogja tetap berkomitmen melanjutkan program penataan jaringan telekomunikasi. Saat ini panjang jaringan ducting yang telah dibangun mencapai sekitar 10,5 kilometer.

Dengan pembangunan baru di Jalan Kenari, Pemkot menargetkan total jaringan ducting dapat mencapai sekitar 11 kilometer hingga akhir 2026.

"Harus dipercepat sedikit. Karena itu kami mendorong kerja sama dengan berbagai pihak agar proses ducting bisa berjalan lebih cepat," katanya.

Selain pembangunan fisik, Pemkot juga tengah menyiapkan regulasi berupa peraturan daerah (Perda) yang akan menjadi dasar hukum kerja sama dengan pihak swasta dalam pengembangan jaringan ducting.

Menurut Hasto, regulasi tersebut diperlukan agar kolaborasi antara pemerintah dan mitra usaha dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, Umi Akhsanti, menjelaskan pembangunan ducting di Jalan Kenari memiliki panjang sekitar 840 meter.

Penataan ini tidak hanya memindahkan kabel ke bawah tanah, tetapi juga menyederhanakan jumlah jaringan yang sebelumnya terpasang. Dari total 26 kabel yang ada, kini disederhanakan menjadi 13 kabel yang digunakan oleh 11 penyelenggara telekomunikasi.

Menurut Umi, langkah tersebut memberikan manfaat lebih luas dibanding sekadar memperbaiki tampilan kota.

"Penataan jaringan ini tidak hanya meningkatkan estetika kawasan perkotaan, tetapi juga mendukung keamanan infrastruktur, efisiensi pemanfaatan ruang, serta penguatan ekosistem digital," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja, Ignatius Trihastono, mengatakan program serupa akan diperluas ke sejumlah ruas jalan utama yang berada di kawasan perbatasan kota.

Beberapa ruas yang masuk dalam rencana penataan berikutnya antara lain Jalan Magelang, Jalan Wates, Jalan Parangtritis, Jalan Solo, hingga kawasan Gejayan.

Mulai 2027, penataan kabel telekomunikasi ditargetkan semakin masif dengan melibatkan investasi dan partisipasi sektor swasta yang didukung regulasi baru.

Dukungan juga datang dari pelaku industri telekomunikasi. Perwakilan APJII dan APJATEL DIY, Joko Prasetyo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program penataan kabel yang digagas Pemkot Jogja.

Ia mengakui perkembangan layanan internet selama ini turut berdampak pada bertambahnya jumlah kabel di ruang publik. Karena itu, pelaku industri berkomitmen ikut menata jaringan agar lebih rapi dan tertib.

Di sisi lain, DPRD DIY juga mendorong kemungkinan pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemda DIY untuk mendukung program tersebut, terutama pada kawasan yang masuk dalam koridor sumbu filosofi Yogya.

Penataan kabel fiber optik ini diharapkan menjadi langkah awal menuju wajah Kota Jogja yang lebih tertata, nyaman, dan mendukung pengembangan kota berbasis teknologi tanpa mengabaikan aspek estetika perkotaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news