Jenang Beringharjo Jogja Diburu Wisatawan, Sehari Bisa Ludes 100 Gelas

5 hours ago 2

Jenang Beringharjo Jogja Diburu Wisatawan, Sehari Bisa Ludes 100 Gelas

Jenang Darmini di Pasar Beringharjo diburu wisatawan. Saat ramai, lebih dari 100 gelas jenang bisa terjual dalam sehari. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Aroma jenang yang dijajakan Darmini di Pasar Beringharjo, Jogja, seolah memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kuliner sederhana yang telah dijualnya sejak 1998 itu kini tidak hanya dinikmati warga lokal, tetapi juga menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah.

Saat pasar sedang ramai, Darmini bahkan bisa menjual lebih dari 100 gelas jenang dalam sehari. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan ketika kondisi pasar sedang sepi.

“Kalau laris itu 100 lebih. Kalau sepi sekitar 50,” kata Darmini saat ditemui di Pasar Beringharjo, Jumat (7/8/2026).

Darmini menyesuaikan jumlah jenang yang dibuat dengan kondisi pasar. Ketika aktivitas jual beli sedang lengang, dia biasanya menyiapkan sekitar 50 gelas. Sebaliknya, saat musim liburan tiba, jumlah pembeli bisa melonjak.

Wisatawan yang datang juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Darmini menyebut pembelinya pernah datang dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Kalimantan hingga Sumatra.

Menurutnya, musim liburan menjadi salah satu periode paling ramai. Tidak sedikit wisatawan yang sudah pernah mencicipi jenangnya kemudian kembali mampir ketika berkunjung ke Jogja.

“Kalau liburan ramai banget. Dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Sumatra, dari mana saja. Kalau sudah tahu rasanya, ke Jogja mampir lagi,” ujarnya.

Bertahan Sejak 1998

Darmini telah menghabiskan hampir tiga dekade untuk mempertahankan usaha jenangnya di Pasar Beringharjo. Sejak mulai berjualan pada 1998, dia mengaku tidak mengubah cita rasa jenang yang dibuatnya.

Kenaikan maupun perubahan harga bahan baku, termasuk gula, tidak membuatnya mengubah resep yang selama ini menjadi ciri khas dagangannya.

“Dari dulu rasanya sampai sekarang enggak berubah. Biar gula naik, biar gula murah, sama,” katanya.

Resep jenang tersebut ternyata bukan berasal dari warisan keluarga. Darmini meraciknya sendiri ketika kondisi ekonomi keluarga mendorongnya untuk mencari penghasilan tambahan.

Saat itu, Darmini sudah memiliki anak. Penghasilan suaminya yang tidak selalu dibawa pulang membuatnya harus mencari cara agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

“Terpaksa karena keadaan. Dulu ada anak, kalau bapaknya kerja pulang enggak bawa uang, jadi bingung. Akhirnya jualan ini,” ujarnya.

Darmini mulai berjualan ketika usianya sekitar 40 tahun. Kini, ketika usianya telah sekitar 70 tahun, dia masih tetap menjalankan usaha yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya tersebut.

Pelanggan Rela Mampir Setiap ke Jogja

Cita rasa jenang Darmini juga membuat sejumlah pelanggan menjadikannya sebagai salah satu kuliner yang wajib dicari ketika berkunjung ke Jogja.

Salah satunya Ibrahim, wisatawan asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dia pertama kali datang ke Pasar Beringharjo sekitar 2017 ketika mengunjungi anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Jogja.

Sejak saat itu, Ibrahim mengaku selalu menyempatkan diri mampir ke tempat Darmini setiap kali datang ke Jogja.

“Enak saja. Setiap wisata ke Jogja sering, tapi ke sini saja terus,” kata Ibrahim.

Bagi Ibrahim, jenang tersebut bukan sekadar makanan yang dinikmati sesekali. Setelah beberapa kali mencicipinya, dia merasa cocok dengan rasanya dan memilih kembali ke tempat yang sama setiap berkunjung ke Jogja.

Di tengah persaingan kuliner yang terus berkembang di kawasan wisata Malioboro dan Pasar Beringharjo, jenang Darmini tetap bertahan dengan cara sederhana: mempertahankan rasa, menjaga kualitas, dan melayani pelanggan yang datang.

Hampir tiga dekade berlalu, usaha yang bermula dari kebutuhan keluarga itu kini justru menjadi bagian dari pengalaman kuliner sejumlah wisatawan ketika berkunjung ke Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news