Jembatan Kampung Tanjung Kuranji Mulai Dibangun, Pemko Padang Percepat Rehab Rekon Pascabencana

3 hours ago 1

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai merealisasikan pembangunan kembali Jembatan Kampung Tanjung di Kecamatan Kuranji yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Pembangunan infrastruktur vital tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana di Kota Padang.

Pantauan di lokasi, Minggu (9/8/2026), pekerjaan fisik Jembatan Kampung Tanjung mulai dilaksanakan. Infrastruktur tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada tahun lalu dan kondisinya semakin terdampak setelah banjir yang melanda Kota Padang pada Senin (3/8/2026).

Kerusakan jembatan tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi juga berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut. Karena itu, pembangunan kembali jembatan dipandang menjadi salah satu pekerjaan penting dalam rangka mengembalikan konektivitas wilayah sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat setelah bencana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pembangunan kembali Jembatan Kampung Tanjung merupakan bagian dari komitmen Pemko Padang untuk mempercepat proses rehab rekon terhadap infrastruktur yang terdampak bencana.

“Pembangunan kembali Jembatan Kampung Tanjung ini merupakan bagian dari fokus dan komitmen Pemko Padang dalam percepatan rehab rekon pascabencana, agar aksesibilitas serta mobilitas perekonomian masyarakat yang terdampak bisa segera pulih normal,” ujar Malvi.

Menurutnya, pembangunan tersebut masuk dalam Paket 3 pekerjaan yang telah memiliki kontrak sejak 27 Juli 2026. Pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung selama 150 hari kalender.

“Pekerjaan fisik Paket 3 ini sudah berkontrak per 27 Juli 2026 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, didanai penuh melalui APBD 2026 dari hasil pemanfaatan pajak warga Kota Padang,” katanya.

Pembangunan Jembatan Kampung Tanjung memiliki nilai pekerjaan sebesar Rp8.826.169.373. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan fisik dilaksanakan oleh PT Kamala Unida selaku kontraktor pelaksana. Sementara pengawasan pekerjaan dilakukan oleh Konsultan Pengawas PT Artha Graha Cipta KSO dan PT Aqsa Mandiri Konsultan.

Pemko Padang menempatkan pembangunan jembatan ini bukan sekadar sebagai pekerjaan konstruksi, melainkan bagian dari rangkaian pemulihan pascabencana yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Keberadaan jembatan menjadi penting karena menjadi penghubung bagi aktivitas warga, termasuk mobilitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi.

Percepatan pembangunan diharapkan dapat mengembalikan konektivitas antarkawasan yang sempat terganggu akibat kerusakan infrastruktur. Dengan akses yang kembali normal, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil usaha, serta menjalankan kegiatan ekonomi dengan lebih aman dan lancar.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan proses rehab rekon pascabencana mulai memasuki tahap pekerjaan fisik setelah pemerintah menyelesaikan rangkaian tahapan perencanaan dan proses tender.

“Alhamdulillah satu per satu proses rehab rekon pascabencana mulai dikerjakan fisiknya, setelah menyelesaikan proses perencanaan dan tendernya. Kita berkomitmen untuk melakukan perbaikan secepat mungkin, namun juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Terima kasih atas kesabaran masyarakat Kota Padang, khususnya yang terdampak bencana,” ujar Fadly.

Menurut Fadly, percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana harus tetap berjalan dalam koridor ketentuan yang berlaku. Pemerintah tidak hanya mengejar kecepatan pekerjaan, tetapi juga memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pembangunan Jembatan Kampung Tanjung menjadi salah satu bentuk konkret langkah Pemko Padang dalam memulihkan infrastruktur setelah rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah kota.

Banjir yang terjadi pada Senin (3/8/2026) kembali mengingatkan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur yang sebelumnya telah mengalami kerusakan. Kondisi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan membuat sejumlah infrastruktur membutuhkan penanganan lebih lanjut agar dapat kembali berfungsi secara optimal.

Dalam proses pembangunan, Pemko Padang juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Aktivitas konstruksi tentu membutuhkan ruang kerja dan berpotensi memengaruhi pergerakan pengguna jalan di sekitar kawasan jembatan.

Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diminta mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas demi menjaga keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Pemko Padang menegaskan bahwa anggaran pembangunan tersebut berasal dari APBD 2026 yang bersumber dari penerimaan pajak masyarakat Kota Padang. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan diharapkan dilakukan secara optimal, transparan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan kembali Jembatan Kampung Tanjung bukan hanya soal mengembalikan bangunan yang rusak. Lebih jauh, proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan denyut aktivitas warga yang sempat terganggu akibat bencana.

Dengan dimulainya pekerjaan fisik, harapan masyarakat untuk mendapatkan kembali akses yang aman dan nyaman mulai menemukan titik terang. Pemko Padang pun memastikan agenda rehab rekon akan terus didorong secara bertahap, sehingga infrastruktur yang terdampak bencana dapat kembali berfungsi dan mendukung kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news