Waspadai Ancaman Kesehatan di Dalam Rumah, dari Jamur hingga Gas Karbon Monoksida

3 hours ago 2

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF – Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman ternyata dapat menjadi sumber berbagai gangguan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa sejumlah faktor lingkungan di dalam rumah, seperti jamur, gas radon, karpet yang kotor, kecoak, hingga karbon monoksida, berpotensi memicu penyakit, terutama pada kelompok rentan.

Salah satu ancaman yang paling sering ditemukan adalah jamur (mold) yang tumbuh di area lembap. Spora jamur dapat menyebabkan hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, hingga mata dan kulit terasa gatal. Pada penderita alergi, penyakit paru-paru, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, paparan jamur bahkan dapat meningkatkan risiko infeksi paru yang serius.

Untuk mencegah pertumbuhan jamur, masyarakat disarankan segera memperbaiki kebocoran pada atap, dinding, maupun saluran air, serta menjaga kelembapan ruangan di bawah 50 persen menggunakan pendingin udara atau dehumidifier. Jamur yang muncul dapat dibersihkan menggunakan sabun dan air, atau larutan pemutih rumah tangga sesuai petunjuk penggunaan.

Selain jamur, gas radon juga menjadi ancaman yang tidak terlihat. Gas radioaktif alami yang berasal dari tanah dan batuan ini dapat masuk ke dalam rumah melalui retakan lantai, dinding, maupun celah di sekitar pipa dan instalasi listrik. Paparan radon dalam kadar tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko kerusakan paru-paru karena partikel radioaktifnya terhirup dalam jangka panjang.

Karena radon tidak berwarna maupun berbau, para ahli menyarankan pemilik rumah melakukan pengujian khusus untuk mengetahui kadar gas tersebut. Apabila ditemukan kadar yang tinggi, perbaikan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional yang memiliki sertifikasi.

Karpet yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat berkumpulnya debu, tungau, jamur, serta berbagai partikel yang memicu alergi. Saat karpet diinjak atau dibersihkan, partikel-partikel tersebut dapat kembali beterbangan ke udara dan terhirup penghuni rumah. Selain itu, beberapa bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan maupun pemasangan karpet juga berpotensi memengaruhi kesehatan.

Para ahli menyarankan penggunaan lantai keras yang lebih mudah dibersihkan atau karpet kecil yang dapat dicuci secara berkala. Apabila tetap menggunakan karpet permanen, disarankan membersihkannya dengan penyedot debu berfilter HEPA sedikitnya tiga kali dalam seminggu dan melakukan pembersihan uap setidaknya sekali dalam setahun.

Ancaman lainnya berasal dari kecoak, yang kotoran serta serpihan tubuhnya dapat bercampur dengan debu di lantai, tempat tidur, maupun furnitur. Paparan partikel tersebut diketahui dapat memicu reaksi alergi dan memperburuk gangguan pernapasan, termasuk asma. Menjaga kebersihan rumah serta mengurangi kelembapan menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya hama ini.

Sementara itu, karbon monoksida (CO) merupakan salah satu ancaman paling berbahaya di dalam rumah. Gas ini dihasilkan dari pembakaran pada peralatan seperti tungku pemanas, perapian, pemanas air, pengering pakaian berbahan bakar gas, hingga kendaraan bermotor. Karbon monoksida tidak memiliki warna maupun bau sehingga sulit dideteksi tanpa alat khusus.

Apabila gas tersebut terperangkap di dalam ruangan, penghuni rumah berisiko mengalami keracunan dengan gejala berupa sakit kepala, sesak napas, penglihatan kabur, pusing, kebingungan, tubuh lemas, hingga mual. Dalam kondisi berat, paparan karbon monoksida dapat mengancam nyawa.

Para ahli merekomendasikan pemasangan detektor karbon monoksida di dalam rumah serta memastikan seluruh peralatan berbahan bakar digunakan sesuai petunjuk dan memiliki sistem ventilasi yang baik. Jika muncul gejala yang mengarah pada keracunan karbon monoksida, penghuni diminta segera keluar menuju udara segar dan mencari pertolongan medis.

Dengan menjaga kebersihan rumah, memperhatikan sirkulasi udara, serta rutin memeriksa kondisi bangunan dan peralatan rumah tangga, berbagai risiko kesehatan di lingkungan tempat tinggal dapat diminimalkan sehingga rumah benar-benar menjadi tempat yang aman dan sehat bagi seluruh anggota keluarga.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news