PUPR Padang Gerak Cepat Tangani Tanggul Jebol dan Material Banjir

23 hours ago 10

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang terus mempercepat penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah pada Senin (3/8/2026). Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang memaksimalkan pengerahan alat berat untuk membersihkan material banjir sekaligus memperbaiki infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Penanganan difokuskan pada sejumlah titik terdampak, di antaranya Lapau Munggu, Sungkai, serta lingkungan SMP Negeri 41 Kota Padang. Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan agar aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.

Di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, petugas PUPR melakukan pembersihan sedimen sekaligus menangani tanggul yang jebol akibat derasnya aliran air saat banjir. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pengangkatan material dan memperbaiki bagian tanggul yang mengalami kerusakan.

Langkah tersebut bahkan telah dilakukan sehari setelah banjir menerjang. Sejak Selasa (4/8/2026), alat berat telah diturunkan ke lokasi untuk mempercepat perbaikan tanggul sekaligus mengurangi risiko terjadinya luapan air susulan.

Percepatan penanganan menjadi penting mengingat kondisi sejumlah saluran dan badan air masih dipenuhi material endapan yang terbawa arus banjir. Dengan pembersihan dan perbaikan dilakukan sedini mungkin, pemerintah berharap kapasitas aliran air dapat kembali berfungsi dan potensi dampak lanjutan bisa ditekan.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pemerintah kota terus berupaya melakukan berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Seperti komitmen yang sudah pernah kami sampaikan, Pemerintah Kota melakukan semua yang bisa dilakukan dalam mempercepat rehab-rekon pasca bencana. Sambil mengupayakan percepatan perbaikan skala besar yang melibatkan pemerintah provinsi dan pusat,” kata Fadly Amran.

Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kota Padang tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga terus mendorong perbaikan dalam skala yang lebih besar agar wilayah yang terdampak dapat kembali pulih.

Fadly juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penanganan bencana yang terjadi secara beruntun di Kota Padang.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak kepada Kota Padang dalam menghadapi bencana beruntun ini. Insya Allah kita bisa pulih dan bangkit lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain Lapau Munggu, jajaran Dinas PUPR Kota Padang juga mengintensifkan pembersihan sisa material banjir di kawasan Sungkai. Endapan lumpur dan material yang terbawa arus dibersihkan agar lingkungan kembali tertata dan aktivitas warga dapat berlangsung seperti sediakala.

Penanganan juga menyasar fasilitas pendidikan. Di SMP Negeri 41 Kota Padang, petugas melakukan pengangkatan dan pembersihan material endapan banjir yang masuk ke lingkungan sekolah.

Pembersihan di kawasan sekolah menjadi perhatian karena lingkungan pendidikan harus segera dipulihkan agar proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama. Material yang menumpuk akibat banjir dibersihkan secara bertahap dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan, perbaikan tanggul di Lapau Munggu langsung ditindaklanjuti setelah banjir. Pengerahan alat berat dilakukan sehari setelah kejadian sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan luapan air susulan.

“Pengerjaan perbaikan tanggul yang jebol di Lapau Munggu langsung kita tindak lanjuti dengan menurunkan alat berat sejak sehari pascabanjir. Langkah cepat ini penting untuk mencegah risiko luapan air susulan,” kata Malvi.

Ia menjelaskan, penanganan tidak hanya dipusatkan pada infrastruktur yang rusak, tetapi juga menyasar pembersihan material banjir di sejumlah kawasan yang membutuhkan pemulihan segera.

“Selain perbaikan infrastruktur di Lapau Munggu, tim di lapangan juga difokuskan untuk pembersihan sisa material banjir di wilayah Sungkai dan area sekolah SMPN 41 Kota Padang,” ujarnya.

Malvi memastikan jajarannya terus bekerja untuk mempercepat proses pembersihan dan pemulihan fasilitas publik yang terdampak. Menurutnya, percepatan tersebut diperlukan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung normal.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pengerjaan pembersihan dan pemulihan fasilitas publik ini selesai dengan cepat, sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal,” katanya.

Penanganan yang dilakukan Dinas PUPR tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Kota Padang dalam menghadapi dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Selain penanganan darurat, pemerintah juga terus mendorong proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih menyeluruh dengan melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Dengan penanganan yang dilakukan secara bertahap dan terukur, Pemko Padang menargetkan berbagai fasilitas dan infrastruktur yang terdampak dapat segera kembali berfungsi. Pemulihan pascabanjir pun diharapkan tidak sekadar mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi berikutnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news