Pertemuan Sekprov Sulsel Jufri Rahman dengan Konselor Tiongkok untuk Indonesia, Zhen Wangda (dok. Ist)KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka peluang pengiriman aparatur sipil negara (ASN) ke Tiongkok menyusul tawaran program pertukaran personel selama 20 hari yang seluruh biayanya ditanggung pemerintah China.
Tawaran ini muncul di tengah penguatan kerja sama investasi antara Sulsel dan Tiongkok yang nilainya terus meningkat.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan pihaknya menerima formulir pengajuan peserta yang harus segera diisi dalam waktu terbatas.
“Mereka menawarkan pertukaran personil. Mereka biayai selama 20 hari, dan saya dikasih formulirnya untuk siapa pegawai yang berumur 22-50 tahun yang mau ke sana, ditanggung oleh pemerintah China selama 20 hari,” ujar Jufri Rahman, usai menerima kunjungan Konselor Tiongkok untuk Indonesia, Zhen Wangda, Selasa (21/04/2026).
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel akan segera menindaklanjuti tawaran tersebut karena batas waktu pengajuan relatif singkat.
“Dan saya sudah sampaikan bahwa Insyallah kami akan isi formulir itu dan kirimkan segera, tapi hanya berlaku sampai 6 hari ke depan,” lanjutnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama ekonomi dan investasi antara Tiongkok dan Sulawesi Selatan.
Data menunjukkan, realisasi investasi Tiongkok di Sulawesi Selatan pada 2025 mencapai Rp 748 miliar. Selain itu, Tiongkok menjadi pasar ekspor terbesar kedua bagi Sulsel dengan kontribusi sebesar 33,69 persen dari total nilai ekspor daerah. Sementara itu, nilai ekspor Sulsel ke Tiongkok pada 2024 tercatat sebesar USD 693,88 juta.
Penguatan kerja sama ini dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pasar ekspor Sulawesi Selatan di tingkat global.
“Sejak dulu, hubungan emosional antara Tiongkok dengan masyarakat Sulawesi Selatan sudah terjalin,” katanya.
Pemprov Sulsel juga mendorong peningkatan investasi yang berorientasi pada hilirisasi sumber daya alam serta penciptaan lapangan kerja di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Jufri juga memaparkan berbagai potensi unggulan Sulawesi Selatan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pertambangan, hingga industri pengolahan yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui investasi.
Sementara itu, Konselor Tiongkok untuk Indonesia, Zhen Wangda, menilai Sulawesi Selatan memiliki daya tarik ekonomi yang kuat di kawasan timur Indonesia.
“Saya dan tim baru pertama kali berkunjung ke sini. Sulawesi memiliki posisi strategis di Indonesia, dan Sulawesi Selatan merupakan pusat ekonomi dan budaya di kawasan ini. Sektor pertanian, perikanan, pertambangan, dan industri makanan berkembang pesat serta telah menarik minat investor,” ujarnya.
Ia juga menyebut kekayaan budaya dan potensi pariwisata menjadi faktor pendukung dalam mempererat hubungan kerja sama antara kedua pihak.
“Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia menugaskan saya untuk memimpin kunjungan ini. Kami berharap pertemuan ini dapat meningkatkan saling pengertian, memperkuat kerja sama daerah Tiongkok–Indonesia, termasuk integrasi industri unggulan, serta mempererat hubungan antarmasyarakat,” pungkasnya.


















































