
Kantor Google - ist/techcrunch
Harianjogja.com, JAKARTA—Google Cloud berupaya menjaga harga layanannya tetap berada pada tingkat yang kompetitif meski industri teknologi global tengah menghadapi kelangkaan chip dan meningkatnya harga komponen komputasi. Di sisi lain, lonjakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) juga membuat permintaan terhadap prosesor khusus seperti GPU dan TPU terus meningkat.
Country Director Indonesia Google Cloud Karim Siregar mengatakan kondisi kelangkaan chip tidak hanya berdampak pada Google Cloud, tetapi juga seluruh penyedia layanan komputasi awan (hyperscaler) di dunia.
Menurutnya, perusahaan akan berupaya mempertahankan harga layanan agar tetap berada pada level yang sesuai meski tekanan biaya akibat pasokan chip masih berlangsung.
"Kalau kita lihat secara menyeluruh, ini dampaknya adalah kepada seluruh hyperscaler juga. Jadi, tentunya bukan hanya Google. Kalau kami sendiri, kami akan mencoba sebisanya untuk memastikan harga itu di level yang tepat," katanya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.
Karim menjelaskan kapasitas penyedia komputasi global untuk satu hingga dua tahun mendatang pada dasarnya sudah habis dipesan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga layanan masih dapat dipertahankan.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga apabila biaya chip global terus mengalami kenaikan.
Permintaan GPU dan TPU Terus Meningkat
Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific Moe Abdula mengatakan industri teknologi saat ini menghadapi lonjakan permintaan terhadap akselerator AI, terutama Graphic Processing Unit (GPU) dan Tensor Processing Unit (TPU).
Menurutnya, Google Cloud terus berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan melalui kombinasi pengembangan teknologi internal serta kemitraan strategis dengan berbagai penyedia perangkat keras.
"Kami menyediakan TPU yang kami kembangkan sendiri kepada pelanggan kami dan kami juga menawarkan GPU kepada mereka. Kami adalah mitra kuat NVIDIA dan kami menyediakannya (GPU). Jadi tidak ada kekhawatiran atau masalah saat ini untuk bekerja memenuhi permintaan tersebut," kata Moe.
Ia menjelaskan Google telah mengembangkan TPU sejak lama sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan komputasi untuk teknologi kecerdasan artifisial.
TPU Dikembangkan untuk Kebutuhan AI
Moe menuturkan pengembangan TPU dilakukan setelah Google melihat bahwa sistem AI membutuhkan kemampuan komputasi yang berbeda dibandingkan infrastruktur komputasi konvensional.
"Apa yang bisa saya sampaikan adalah di Google, kami menciptakan TPU sejak lama, ketika kami menyadari bahwa sistem AI membutuhkan sesuatu yang berbeda," ujarnya.
Meski memiliki TPU yang dikembangkan sendiri, Google Cloud tetap menyediakan GPU bagi pelanggan karena tidak seluruh pusat data telah dirancang untuk mendukung penggunaan TPU.
Karena itu, Google terus menjalin kemitraan dengan NVIDIA sebagai pemasok GPU untuk memastikan kebutuhan pelanggan terhadap infrastruktur AI tetap dapat dipenuhi di tengah tingginya permintaan pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
6

















































