Gibran Tanam Kakao di Papua, Dorong Industri Nasional

16 hours ago 6

Gibran Tanam Kakao di Papua, Dorong Industri Nasional

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menanam bibit kakao unggulan di lahan perkebunan PT Ebier Suth Cokran, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden

Harianjogja.com, PAPUA—Wakil Presiden melakukan penanaman bibit kakao unggulan di lahan perkebunan PT Ebier Suth Cokran, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendorong Indonesia sebagai pemain utama kakao dunia.

Direktur Manajemen Pemasaran dan Komunikasi PT Ebier Suth Cokran, , menyebut kunjungan Wapres mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri kakao nasional yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, Wapres menekankan bahwa potensi kakao Indonesia sangat besar, namun perlu didukung peningkatan produktivitas, kualitas, serta penguatan hilirisasi. Selain itu, pengelolaan kebun berbasis ramah lingkungan menjadi kunci agar mampu bersaing di pasar global.

“Pengembangan kakao tidak hanya soal produksi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga memberikan perhatian khusus pada rehabilitasi kebun kakao melalui penerapan sistem agroforestri dinamik serta penanaman pohon naungan. Penguatan kapasitas petani dinilai penting agar industri kakao Indonesia semakin kompetitif, terutama dalam memenuhi tuntutan ketertelusuran produk di pasar internasional.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mempercepat pengembangan sektor perkebunan, termasuk menjadikan Papua Barat sebagai salah satu sentra kakao nasional.

Setibanya di lokasi, Wapres menerima pemaparan terkait program rehabilitasi kebun kakao yang dikelola PT Ebier Suth Cokran—koperasi berbasis masyarakat lokal. Setelah itu, ia bersama petani, mahasiswa, dan pemerintah daerah melakukan penanaman bibit kakao secara simbolis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri , Gubernur Papua Barat , serta Bupati Manokwari Selatan .

Bibit yang ditanam merupakan kakao klon Trinitario varietas unggulan, yakni CKR-40, CKR-13, CKR-14, dan CKR-12, yang dikenal memiliki produktivitas dan kualitas tinggi.

Program rehabilitasi kebun kakao tahun anggaran 2026 di wilayah tersebut mencakup pengelolaan lahan seluas 2.000 hektare. Dari total tersebut, sebanyak 1.800 hektare dikelola oleh petani lokal dan 200 hektare oleh Koperasi Ebier Suth Cokran.

Pengembangan kawasan ini mengusung konsep agroforestri berkelanjutan dengan komposisi 1.200 hektare lahan kakao dan 800 hektare kawasan konservasi.

Menariknya, sekitar 88 hingga 90 persen tenaga kerja di PT Ebier Suth Cokran berasal dari masyarakat adat Papua. Mereka terlibat dalam seluruh proses produksi, mulai dari pembibitan, budidaya, panen, hingga pengolahan pascapanen dan pengendalian mutu.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap industri kakao nasional tidak hanya meningkat dari sisi produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news