Dibantai Swedia 1-5, Tunisia Pecat Lamouchi dan Tunjuk Renard

4 hours ago 3

Jumali

Jumali Selasa, 16 Juni 2026 21:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Tunisia menjadi negara pertama yang melakukan pergantian pelatih di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi menunjuk Herve Renard sebagai pelatih kepala hingga akhir turnamen setelah memutus kontrak Sabri Lamouchi.

Keputusan itu diambil menyusul kekalahan telak Tunisia dengan skor 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Estadio BBVA, Minggu (14/6/2026) waktu setempat.

Pergantian tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam putaran final Piala Dunia. Lamouchi menjadi pelatih pertama yang dipecat setelah hanya memimpin satu pertandingan pada edisi 2026.

Sebelumnya, kasus serupa terakhir terjadi pada Piala Dunia 1998 ketika Henryk Kasperczak kehilangan jabatannya setelah Tunisia menelan kekalahan beruntun dari Inggris dan Kolombia.

Meski sempat terlihat memimpin sesi latihan sehari setelah kekalahan dari Swedia, FTF akhirnya mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Lamouchi melalui kesepakatan bersama.

Hasil Buruk Jadi Pemicu

Lamouchi sejatinya baru ditunjuk sebagai pelatih Tunisia pada Januari 2026 untuk menggantikan Sami Trabelsi. Namun, performa tim di bawah kepemimpinannya gagal menunjukkan perkembangan signifikan.

Menjelang Piala Dunia, Tunisia lebih dulu kalah 0-1 dari Austria dan dibantai 0-5 oleh Belgia dalam laga uji coba.

Dari lima pertandingan yang dijalani bersama Lamouchi, Tunisia hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat menundukkan Haiti dengan skor 1-0 pada laga debut sang pelatih.

Usai kekalahan dari Swedia, Lamouchi mengakui timnya tampil jauh dari ekspektasi.

"Memulai kompetisi dengan kekalahan sebesar ini tentu sangat sulit. Kami membuat terlalu banyak kesalahan, dan itu tidak boleh terjadi," katanya dikutip dari BBC.

Menurutnya, kesalahan-kesalahan mendasar membuat Tunisia gagal bersaing dan justru menghukum diri sendiri di pertandingan penting tersebut.

Renard Dapat Misi Menyelamatkan Tunisia

Penunjukan Herve Renard membawa harapan baru bagi Tunisia. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal memiliki pengalaman luas di level internasional, termasuk saat menangani Maroko dan Arab Saudi.

Renard juga memiliki reputasi sebagai pelatih yang mampu membangkitkan tim dalam situasi sulit, sehingga dipercaya untuk memperbaiki performa Tunisia yang kini terdampar di dasar klasemen Grup F dengan selisih gol minus empat.

Tugas yang dihadapi Renard tidak ringan. Tunisia masih harus menjalani dua pertandingan krusial untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Mereka dijadwalkan menghadapi Jepang pada 20 Juni 2026 di Guadalupe sebelum menantang Belanda pada 25 Juni 2026 di Kansas City.

Dua laga tersebut akan menjadi penentu apakah Tunisia mampu bangkit atau justru harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di Piala Dunia 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news