PADANG, KLIKPOSITIF — Di tengah kemeriahan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang menunjukkan wajah lain dari perayaan tersebut. Tidak hanya diisi dengan seremoni dan berbagai kegiatan budaya, momen hari jadi kota juga dimaknai dengan aksi kemanusiaan melalui kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Jumat (7/8/2026), Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendatangi sebuah rumah sederhana di Jalan Veteran Nomor 6A, Kelurahan Padang Pasir. Rumah berdinding seng dengan kondisi memprihatinkan itu menjadi tempat tinggal Djamai Ani (81), seorang perempuan lanjut usia yang hidup sebatang kara dan telah lama terbaring sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Maigus Nasir didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Rina Melati, Sekretaris Dinas Sosial Budi Kurniawan, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, Lurah Padang Pasir, serta perwakilan Baznas Kota Padang.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Djamai Ani yang telah bertahun-tahun menjalani hari-harinya di atas kasur tampak terharu menerima kedatangan orang nomor dua di Kota Padang. Selama ini, perempuan yang ditinggal wafat suaminya itu bertahan hidup dengan bantuan tetangga yang secara sukarela merawat dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Djamai Ani diketahui menderita hipertensi dan pengeroposan tulang pada kedua kakinya. Kondisi itu membuatnya tidak lagi mampu beraktivitas secara normal. Sejak beberapa tahun terakhir, ia hanya bisa berbaring di dalam rumah yang juga sudah tidak layak huni.
Melihat kondisi tersebut, Maigus Nasir tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia berbincang langsung dengan Djamai Ani sembari berusaha membujuknya agar bersedia tinggal di tempat yang lebih layak demi mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Pemerintah Kota Padang bahkan sempat menawarkan beberapa solusi, mulai dari membawa Djamai Ani ke panti sosial hingga menempatkannya di rumah dinas agar mendapatkan perhatian dan pelayanan yang lebih optimal.
Namun, sebagaimana karakter banyak orang lanjut usia yang memiliki ikatan emosional kuat dengan rumahnya, Djamai Ani tetap enggan meninggalkan tempat tinggal yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama puluhan tahun.
Menghormati keinginan tersebut, Pemerintah Kota Padang akhirnya memilih solusi yang dinilai paling tepat, yakni memperbaiki rumah yang ditempati Djamai Ani agar menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak dihuni.
“Karena sudah dianggap orangtua, kami juga menawarkan untuk tinggal di rumah dinas,” ujar Maigus Nasir.
Ia memastikan, Baznas Kota Padang akan melakukan bedah rumah terhadap tempat tinggal Djamai Ani. Selama proses renovasi berlangsung, Baznas juga akan menyediakan kursi roda guna membantu mobilitas perempuan lanjut usia tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Baznas yang membedah rumah agar layak ditempati, Baznas juga menyiapkan kursi roda selama rumah diperbaiki,” katanya.
Tak hanya perbaikan fisik rumah, Pemerintah Kota Padang juga memastikan kebutuhan hidup Djamai Ani tetap terpenuhi. Dinas Sosial akan memberikan pendampingan serta bantuan kebutuhan sehari-hari agar lansia tersebut dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.
“Dinas Sosial juga akan membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ucap Maigus.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap warga lanjut usia merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kami ingin setiap orang tua hidup nyaman dan layak,” tegasnya.
Selain aspek sosial, Pemerintah Kota Padang juga memperkuat layanan kesehatan bagi Djamai Ani. Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Padang Pasir akan memberikan pendampingan medis secara intensif melalui Program Dokter Warga yang selama ini telah berjalan di Kota Padang.
Melalui program tersebut, dokter bersama tenaga kesehatan akan rutin mendatangi rumah Djamai Ani untuk memantau kondisi kesehatannya setiap hari sehingga pengobatan dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa harus memaksanya meninggalkan rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan sebenarnya telah beberapa kali berupaya membujuk Djamai Ani agar bersedia menjalani perawatan di rumah sakit.
Namun seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil karena perempuan lanjut usia itu tetap memilih bertahan di rumahnya.
“Ini sudah ketiga kalinya kita bujuk (dibawa ke rumah sakit), tetapi tetap tidak berhasil,” ujar dr. Srikurnia Yati.
Menurutnya, kondisi rumah yang ditempati Djamai Ani juga menjadi perhatian serius dari sisi kesehatan lingkungan. Atap dan dinding rumah mengalami kebocoran, sanitasi tidak memadai, serta banyak barang menumpuk di dalam rumah sehingga tidak memenuhi standar rumah sehat.
“Sanitasi pada rumah juga tidak layak, beruntung Baznas memberi bantuan untuk bedah rumah sekaligus membangun MCK yang layak di rumah ini,” jelasnya.
Dengan kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Baznas, pemerintah kecamatan dan kelurahan, diharapkan Djamai Ani dapat menjalani masa tuanya dengan lebih nyaman tanpa harus meninggalkan rumah yang telah menjadi bagian dari hidupnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa Hari Jadi Kota Padang bukan sekadar momentum perayaan, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan harus menghadirkan kepedulian terhadap masyarakat yang paling membutuhkan. Kepedulian kepada warga lanjut usia, pelayanan kesehatan yang menjangkau rumah-rumah warga, serta gotong royong lintas instansi menjadi wujud nyata semangat HJK Padang ke-357 dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkeadilan dan berperikemanusiaan.

16 hours ago
8


















































