PADANG, KLIKPOSIIF – Tim sepak bola Tanah Liat memastikan langkah ke partai final SPORTALYMPIC 2026 setelah menundukkan Batu Kapur dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga semifinal di Lapangan Cubadak, Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Jumat (7/8/2026) sore.
Mantan pemain Semen Padang FC, Budi Kurnia, tampil sebagai bintang kemenangan Tanah Liat dengan memborong dua gol pada menit ke-35 dan ke-54. Sementara itu, satu gol lainnya disumbangkan Oktarizalni Putra alias Pinoik pada menit ke-41.
Kemenangan tersebut mengantarkan Tanah Liat ke partai puncak cabang sepak bola SPORTALYMPIC 2026. Pada laga final yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, Tanah Liat akan menghadapi Gipsum dalam perebutan gelar juara.
Sejak wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai, Tanah Liat dan Batu Kapur langsung memperlihatkan permainan terbuka. Kedua tim sama-sama berusaha menguasai lini tengah untuk mengembangkan serangan dan menciptakan gol pembuka.
Tanah Liat mengandalkan kombinasi umpan pendek serta pergerakan cepat para pemain dari kedua sisi lapangan. Pola tersebut digunakan untuk membongkar pertahanan Batu Kapur yang bermain cukup rapat dan disiplin.
Sementara itu, Batu Kapur berupaya memanfaatkan kecepatan pemainnya untuk melancarkan serangan balik. Mereka mencoba mempercepat aliran bola dari lini tengah menuju barisan depan ketika berhasil merebut penguasaan bola.
Sejumlah peluang sempat tercipta dari kedua kubu. Namun, solidnya pertahanan masing-masing tim membuat berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil. Para pemain belakang tampil sigap mematahkan serangan sebelum bola memasuki area berbahaya.
Batu Kapur beberapa kali mencoba memberikan ancaman dengan mengalirkan bola secara cepat ke lini depan. Meski mampu mendekati kotak penalti Tanah Liat, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Tanah Liat juga terus mencari celah di antara rapatnya barisan pertahanan Batu Kapur. Mereka mencoba membuka ruang dengan memindahkan arah serangan dari satu sisi ke sisi lainnya. Namun, disiplin para pemain belakang Batu Kapur membuat Tanah Liat harus bekerja keras untuk mendapatkan peluang bersih.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-35. Gol pembuka Tanah Liat bermula dari sebuah serangan balik cepat yang langsung diarahkan ke wilayah pertahanan Batu Kapur. Budi Kurnia yang menerima kiriman bola kemudian menggiringnya menuju area pertahanan lawan.
Pemain Batu Kapur, Imrosadi, berusaha menghentikan pergerakannya. Namun, kecepatan dan pengalaman mantan pemain Semen Padang FC tersebut membuat upaya itu tidak berhasil.
Setelah mendapatkan ruang tembak, Budi Kurnia melepaskan tendangan ke arah gawang Batu Kapur yang dikawal Surya. Bola gagal dibendung dan bersarang di dalam gawang sekaligus membawa Tanah Liat unggul 1-0.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Tanah Liat. Mereka semakin berani melakukan tekanan dan terus berupaya menambah keunggulan. Pergerakan para pemain dari kedua sisi lapangan beberapa kali mampu membuka ruang di area pertahanan Batu Kapur.
Batu Kapur tidak tinggal diam. Tim tersebut berusaha keluar dari tekanan dengan meningkatkan tempo permainan dan melancarkan serangan balik. Namun, barisan pertahanan Tanah Liat mampu mengantisipasi setiap ancaman yang datang.
Hingga berakhirnya paruh pertama pertandingan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Tanah Liat memasuki waktu turun minum dengan keunggulan tipis 1-0 atas Batu Kapur.
Selepas jeda, tempo pertandingan semakin meningkat. Batu Kapur tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan, sedangkan Tanah Liat tetap mempertahankan pola permainan melalui kombinasi umpan pendek dan serangan dari sisi lapangan.
Upaya Tanah Liat untuk memperbesar keunggulan membuahkan hasil pada menit ke-41. Oktarizalni Putra alias Pinoik berhasil memanfaatkan umpan silang yang dikirimkan rekannya dari sisi lapangan.
Oktarizalni menyambut umpan tersebut dengan sekali sentuhan dan langsung mengarahkan bola ke gawang Batu Kapur. Bola meluncur masuk tanpa mampu dihalau penjaga gawang sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk Tanah Liat.
Gol kedua semakin membangkitkan semangat para pemain Tanah Liat. Mereka meningkatkan intensitas serangan sekaligus mempersempit ruang gerak para pemain Batu Kapur.
Meski telah tertinggal dua gol, Batu Kapur tetap berusaha memberikan perlawanan. Mereka meningkatkan tekanan dan mencoba mempercepat distribusi bola menuju lini depan. Akan tetapi, pertahanan Tanah Liat tampil disiplin dan mampu mematahkan sejumlah serangan yang dibangun lawan.
Tanah Liat kembali membobol gawang Batu Kapur pada menit ke-54. Gol ketiga tersebut berawal dari serangan cepat yang dibangun dari sisi lapangan.
Budi Kurnia yang berada di posisi tepat berhasil menyambut umpan silang dari rekannya. Dengan sekali sentuhan, ia mengarahkan bola ke dalam gawang Batu Kapur untuk membawa Tanah Liat unggul 3-0.
Gol tersebut menjadi gol kedua Budi Kurnia dalam pertandingan itu. Penampilan efektif pemain berpengalaman tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Tanah Liat mengamankan tiket ke final.
Tertinggal tiga gol, Batu Kapur berusaha bangkit dengan tampil lebih menyerang. Sejumlah upaya dilakukan untuk menembus area pertahanan Tanah Liat, tetapi belum berhasil menghasilkan gol.
Tanah Liat juga tidak mengendurkan permainan meskipun telah unggul jauh. Mereka tetap menjaga penguasaan bola, mengatur tempo pertandingan, serta sesekali melancarkan serangan untuk menambah keunggulan.
Disiplin para pemain Tanah Liat dalam menjaga lini pertahanan membuat Batu Kapur kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Setiap serangan yang dibangun Batu Kapur mampu dipatahkan sebelum mengancam gawang.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 3-0 untuk kemenangan Tanah Liat tidak berubah. Para pemain Tanah Liat menyambut hasil tersebut dengan penuh sukacita setelah berhasil mengamankan satu tempat di partai puncak.
Keberhasilan menyingkirkan Batu Kapur memperpanjang perjalanan positif Tanah Liat dalam SPORTALYMPIC 2026. Selain tampil produktif di lini depan, mereka juga memperlihatkan kedisiplinan dalam bertahan hingga mampu menyelesaikan pertandingan tanpa kebobolan.
Tanah Liat kini tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara cabang sepak bola SPORTALYMPIC 2026. Mereka akan menghadapi Gipsum pada laga final yang akan digelar pekan depan.
Pertandingan final tersebut diperkirakan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama menunjukkan performa meyakinkan sepanjang turnamen. Gipsum lebih dahulu memastikan tiket ke partai puncak setelah menaklukkan Pasir Besi dengan skor 4-1 pada pertandingan semifinal.
Sementara itu, perjuangan Batu Kapur harus terhenti di babak semifinal. Meski gagal melaju ke final, Batu Kapur telah memberikan perlawanan dan berusaha mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir. (*)

17 hours ago
6


















































