Demo HMI Cabang Gowa Raya di Alauddin Ricuh

18 hours ago 8
Demo HMI Cabang Gowa Raya di Alauddin Ricuh HMI Cabang Gowa Raya dan Ojol Saling Dorong (Foto : KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/06) berujung ricuh.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 Wita itu sempat memblokade dua arah Jalan Sultan Alauddin, tepatnya di depan Perumahan Pelindo, kawasan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Massa aksi awalnya berorasi menggunakan pengeras suara dari atas dua mobil truk gandeng  yang diparkir di badan jalan. Truk tersebut menutup arus lalu lintas dari arah Jalan Andi Pettarani menuju Kabupaten Gowa maupun sebaliknya.

Selain berorasi, massa juga membakar ban bekas di tengah jalan. Akibatnya, arus kendaraan di kawasan tersebut lumpuh dan pengendara terpaksa berhenti karena jalan tidak dapat dilalui.

Dalam orasinya, massa HMI Cabang Gowa Raya menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Massa menilai sejumlah kebijakan pemerintah belum berjalan baik dan berdampak pada kondisi masyarakat.

Massa juga mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dievaluasi ulang. Selain itu, mereka meminta pemerintah menjalankan efisiensi ekonomi secara lebih baik.

Situasi mulai memanas saat seorang warga perempuan mendatangi massa aksi dan meminta blokade jalan dibuka.

Tak lama setelah itu, sejumlah pengemudi ojek online dan Maxim dari arah belakang menerobos ke tengah lokasi aksi. Mereka meminta massa membuka blokade agar kendaraan dapat kembali melintas.

Ketegangan kemudian terjadi antara massa aksi dan sejumlah pengemudi ojek online. Perdebatan di tengah jalan berujung saling dorong hingga suasana berubah ricuh.

Aksi saling kejar dan lempar batu juga sempat terjadi di sekitar lokasi. Sejumlah pengendara yang terjebak kemacetan membunyikan klakson karena khawatir kendaraannya terkena lemparan batu.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi untuk mengamankan situasi dan membantu membuka arus lalu lintas.

“Ini ada mahasiswa demo dan sudah melewati jam waktunya. Kami berusaha membuka blokade, tetapi tetap ditutup,” kata Kombes Pol Arya di lokasi.

Ia menyebut sejumlah warga menolak keberadaan massa aksi karena jalan tertutup cukup lama. Menurutnya, kepolisian berada di lokasi untuk menjaga situasi dan memastikan lalu lintas kembali normal.

“Jadi ada beberapa masyarakat menolak keberadaan mereka untuk dibubarkan. Kami dari pihak kepolisian hanya membantu agar lalu lintas bisa berjalan normal,” ujarnya.

Arya menegaskan massa aksi bukan dibubarkan langsung oleh kepolisian, melainkan terdorong mundur setelah terjadi penolakan dari warga dan pengemudi ojek online.

“Sekali lagi saya jelaskan, mahasiswa yang demo dibubarkan oleh masyarakat langsung. Kami berjaga dari jauh dan personel yang kami turunkan sekitar 200 orang malam ini,” jelasnya.

Diketahui, massa aksi akhirnya bergerak mundur ke arah Kabupaten Gowa setelah terjadi ketegangan di lokasi. Situasi lalu lintas berangsur kembali normal setelah blokade jalan terbuka.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news