Dari Ruang Ganti SoFi Pesan Perdamaian Timnas Iran Viral

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 22 Juni 2026 13:07 WIB

Dari Ruang Ganti SoFi Pesan Perdamaian Timnas Iran Viral

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Pesan tak biasa ditinggalkan oleh skuad Timnas Iran di ruang ganti Stadion SoFi, Los Angeles, usai pertandingan melawan Belgia pada Piala Dunia 2026. Bukan barang tertinggal atau perlengkapan pertandingan, melainkan sebuah catatan tulisan tangan yang berisi pesan penuh makna tentang identitas dan perdamaian.

Catatan tersebut dirilis oleh Federasi Sepak Bola Iran dan menjadi sorotan setelah dibagikan ke publik. Isinya bukan hanya ucapan terima kasih kepada kota Los Angeles, tetapi juga refleksi perjalanan tim selama berada di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Dalam pesan itu, Iran menuliskan kalimat yang menyinggung perjalanan panjang peradaban mereka dari Persia kuno hingga Iran modern. Mereka juga menyampaikan rasa hormat kepada tuan rumah atas sambutan selama berada di Amerika Serikat.

“Mulai dari Persia kuno ribuan tahun lalu hingga Iran modern yang beradab hari ini, semangat Iran tetap hidup dan teguh. Terima kasih Los Angeles atas keramahan kalian. Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan pergi dengan martabat,” dikutip dari Reuters, Senin (22/6/2026).

Catatan tersebut juga ditujukan kepada para pendukung Iran yang hadir langsung di stadion maupun yang memberikan dukungan dari berbagai negara. Dalam pesan itu, suporter disebut telah memberikan “hati, suara, dan jiwa” untuk mendukung perjuangan tim sepanjang fase grup.

Pesan tersebut ditutup dengan seruan untuk perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan antarbangsa, menjadikannya lebih dari sekadar ucapan perpisahan setelah pertandingan.

Makna dari catatan itu juga tidak bisa dilepaskan dari situasi perjalanan Iran selama turnamen. Tim asuhan Amir Ghalenoei tidak menetap di Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026, melainkan bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan melakukan perjalanan lintas negara setiap kali bertanding di Los Angeles.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya pembatasan perjalanan bagi delegasi Iran selama berada di Amerika Serikat. Sejumlah staf juga dilaporkan menghadapi kendala izin masuk, sehingga memengaruhi logistik tim selama turnamen berlangsung.

Situasi ini sempat dikritik oleh pelatih Amir Ghalenoei yang menilai timnya menghadapi tantangan tidak biasa dibanding peserta lain. Iran bahkan sempat menyampaikan keberatan kepada FIFA terkait jadwal persiapan yang dinilai tidak ideal sebelum pertandingan melawan Belgia.

Meski demikian, Iran tetap menjaga peluang di Grup G. Hasil imbang melawan Belgia membuat mereka masih memiliki kesempatan untuk melaju ke fase gugur, setelah sebelumnya juga meraih hasil seri melawan Selandia Baru.

Selanjutnya, Iran akan menghadapi Mesir di Seattle pada laga penentuan grup. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan apakah Iran mampu melangkah lebih jauh dalam Piala Dunia 2026, yang menjadi target penting dalam perjalanan mereka.

Di tengah tekanan dan berbagai keterbatasan, pesan yang ditinggalkan di ruang ganti Stadion SoFi menjadi simbol bahwa perjalanan Iran di turnamen ini bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga tentang cara mereka ingin dikenang di panggung dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news