Cuma Jual 1 Mobil Sebulan, Merek Ini Paling Tak Laku di RI

5 hours ago 3

Jumali

Jumali Senin, 15 Juni 2026 16:07 WIB

Cuma Jual 1 Mobil Sebulan, Merek Ini Paling Tak Laku di RI

Produsen mobil listrik asal China, Neta /Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Pemulihan pasar otomotif nasional belum dirasakan merata oleh seluruh merek kendaraan. Di tengah pertumbuhan penjualan kendaraan secara tahunan, sejumlah pabrikan justru masih bergulat dengan angka distribusi yang sangat rendah, bahkan hanya mampu mencatat penjualan satuan unit sepanjang Mei 2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total penjualan wholesales kendaraan nasional pada Januari-Mei 2026 mencapai 359.015 unit atau naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun secara bulanan, pasar mengalami perlambatan dengan penjualan wholesales turun dari 80.779 unit pada April menjadi 69.219 unit pada Mei.

Kondisi tersebut terlihat jelas pada beberapa merek yang masih kesulitan mendapatkan pangsa pasar signifikan di Indonesia.

Neta menjadi merek dengan penjualan wholesales paling rendah pada Mei 2026. Pabrikan kendaraan listrik asal China itu hanya mencatat distribusi satu unit dari pabrik ke dealer sepanjang bulan lalu. Dari sisi penjualan ritel, Neta masih membukukan empat unit, yang mengindikasikan adanya penjualan dari stok kendaraan yang telah tersedia di jaringan dealer.

Penurunan penjualan Neta sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun. Persaingan yang semakin ketat di segmen kendaraan listrik menjadi tantangan besar bagi perusahaan tersebut. Meski demikian, Neta menegaskan komitmennya untuk tetap beroperasi di Indonesia dengan mengandalkan model Neta V-II dan Neta X.

Di posisi berikutnya terdapat Audi. Merek premium asal Jerman itu hanya membukukan tiga unit penjualan wholesales dan tiga unit penjualan ritel selama Mei 2026. Kinerja tersebut melanjutkan tren penjualan rendah yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Volvo Cars juga belum mampu mencatatkan penjualan besar. Merek asal Swedia tersebut hanya menjual lima unit baik secara wholesales maupun ritel. Meskipun dikenal memiliki reputasi kuat dalam aspek keselamatan kendaraan, penetrasi pasar Volvo di Indonesia masih terbatas karena bermain di segmen premium dengan harga yang relatif tinggi.

Sementara itu, Scania mencatat penjualan 14 unit. Kinerja kendaraan niaga ini cenderung berfluktuasi karena sangat bergantung pada aktivitas sektor logistik dan investasi infrastruktur.

Merek asal China lainnya, Maxus, juga masuk dalam daftar penjualan terendah dengan distribusi 15 unit sepanjang Mei. Perusahaan masih berada dalam tahap pengembangan jaringan dan memperluas layanan dealer di berbagai wilayah Indonesia.

Volkswagen melengkapi daftar merek dengan penjualan terbawah setelah mencatat wholesales sebanyak 20 unit dan penjualan ritel 17 unit. Meski angka tersebut masih relatif kecil, Volkswagen tetap aktif melakukan promosi serta memperkenalkan berbagai model elektrifikasi untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik.

Selain nama-nama tersebut, Subaru juga mencatatkan performa penjualan yang belum signifikan. Penjualan ritelnya hanya mencapai 11 unit sepanjang Mei 2026, meski merek Jepang itu masih memiliki basis konsumen loyal di segmen kendaraan berpenggerak empat roda.

Data Gaikindo menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar otomotif Indonesia belum sepenuhnya dinikmati seluruh pelaku industri. Di satu sisi, merek-merek besar masih mendominasi penjualan nasional. Namun di sisi lain, sejumlah pemain baru maupun merek premium masih menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan penetrasi pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.

Daftar Penjualan Wholesales Terendah Mei 2026:

  1. Neta: 1 unit
  2. Audi: 3 unit
  3. Volvo Cars: 5 unit
  4. Scania: 14 unit
  5. Maxus: 15 unit
  6. Volkswagen: 20 unit

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun industri otomotif nasional tumbuh, distribusi pertumbuhan tersebut belum merata dan masih menyisakan pekerjaan rumah bagi sejumlah merek untuk memperkuat strategi pemasaran serta jaringan penjualannya di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news