
Foto ilustrasi hujan ringan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca DIY pada Rabu (20/5/2026) menunjukkan sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi diguyur hujan ringan. Wilayah Sleman dan Bantul diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan, sedangkan daerah lain cenderung berawan hingga berkondisi udara kabur.
Perbedaan kondisi atmosfer di sejumlah wilayah DIY membuat masyarakat diminta lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas luar ruangan pada pagi hingga sore hari. Kondisi cuaca yang berubah cepat dinilai berpotensi memengaruhi mobilitas dan kenyamanan aktivitas harian.
Pemantauan prakiraan cuaca DIY secara berkala juga dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan agenda perjalanan maupun aktivitas kerja. Dengan mengetahui kondisi cuaca lebih awal, warga dapat mengurangi risiko gangguan akibat hujan maupun perubahan atmosfer lainnya.
Prakiraan Cuaca DIY Rabu (20/5/2026)
Kulon Progo
Kondisi: Udara kabur
Suhu udara: 22–31 derajat Celsius
Kelembapan udara: 66–97 persen
Bantul
Kondisi: Hujan ringan
Suhu udara: 22–31 derajat Celsius
Kelembapan udara: 65–98 persen
Gunungkidul
Kondisi: Berawan
Suhu udara: 22–30 derajat Celsius
Kelembapan udara: 66–97 persen
Sleman
Kondisi: Hujan ringan
Suhu udara: 22–30 derajat Celsius
Kelembapan udara: 72–98 persen
Kota Yogyakarta
Kondisi: Berawan
Suhu udara: 23–31 derajat Celsius
Kelembapan udara: 70–98 persen
Perbedaan cuaca di berbagai wilayah DIY menunjukkan adanya potensi hujan lokal, terutama di kawasan utara dan area perkotaan. Sementara itu, wilayah Bantul dan Gunungkidul diperkirakan relatif lebih stabil meski pada waktu tertentu masih berpotensi mengalami kondisi udara kabur sepanjang hari.
Menghadapi dinamika cuaca yang berubah cepat dan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas sehari-hari. Pembaruan informasi cuaca secara berkala dinilai penting untuk mengantisipasi gangguan keselamatan maupun hambatan mobilitas akibat perubahan kondisi atmosfer.
Warga juga disarankan terus memantau prakiraan cuaca resmi dan informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi, maupun kanal media sosial terverifikasi sebelum merencanakan kegiatan di luar ruangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
5

















































