
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, TANGERANG—Nyeri dada hebat seperti ditusuk-tusuk tidak boleh dianggap sepele. Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dari Siloam Hospitals, dr. Dicky Aligheri Wartono, mengingatkan kondisi tersebut bisa menjadi gejala robekan pada dinding aorta atau aortic dissection yang berisiko menyebabkan kematian dalam waktu singkat jika terlambat ditangani.
Menurut dr. Dicky, penyakit aorta termasuk salah satu kondisi kardiovaskular paling berbahaya karena membutuhkan penanganan cepat dalam hitungan jam. Aortic dissection terjadi ketika lapisan dinding aorta robek sehingga darah masuk ke lapisan pembuluh darah dan memicu gangguan serius pada aliran darah tubuh.
"Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar satu hingga dua persen setiap jam dalam 24-48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan," kata dr. Dicky di Tangerang, Rabu.
Aorta Jadi Jalur Utama Aliran Darah
Aorta merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan pada aorta, seperti aneurisma aorta maupun diseksi aorta, sering berkembang tanpa gejala jelas sebelum akhirnya memicu kondisi yang mengancam jiwa.
Secara global, angka kejadian acute aortic syndromes mencapai sekitar 4,8 kasus per 100.000 orang setiap tahun.
Sementara di Indonesia, beban penyakit aneurisma aorta disebut terus meningkat seiring keterbatasan layanan penanganan khusus penyakit jantung dan pembuluh darah.
Rumah Sakit Penanganan Aorta Masih Terbatas
Dr. Dicky menyebut dari sekitar 2.500 rumah sakit di Indonesia, hanya sekitar 120 hingga 150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung.
Namun, rumah sakit yang benar-benar mampu menangani kasus aorta kompleks secara komprehensif jumlahnya masih sangat terbatas.
Ia menekankan keberhasilan penanganan penyakit aorta tidak hanya bergantung pada satu dokter atau satu prosedur operasi semata.
"Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi dalam satu protokol yang terintegrasi," ujarnya.
Siloam Terapkan Teknik Bedah Modern FET
Memasuki lebih dari 30 tahun pelayanan kesehatan di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village memperkuat layanan kardiovaskular kompleks dengan pengalaman menangani lebih dari 40 ribu kasus multidisiplin.
Saat ini, rumah sakit tersebut menjadi salah satu fasilitas kesehatan di Indonesia yang menerapkan teknik Frozen Elephant Trunk (FET), yakni metode bedah modern untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut.
"Teknik ini menjadi salah satu standar emas terbaru dalam penanganan bedah aorta modern," ujarnya.
Selain bedah terbuka dan teknik FET, layanan penanganan juga didukung fasilitas Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, CT Scan kardiovaskular 24 jam, serta tim multidisiplin terintegrasi.
Melalui penguatan layanan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, Siloam Hospitals Lippo Village berharap akses masyarakat terhadap penanganan aorta kompleks berstandar tinggi semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya deteksi dini penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































