Israel Cegat Seluruh Kapal Bantuan Gaza dari Global Sumud Flotilla

3 hours ago 2

Israel Cegat Seluruh Kapal Bantuan Gaza dari Global Sumud Flotilla

Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Koalisi aktivis pro-Palestina Global Sumud Flotilla (GSF) mengonfirmasi seluruh kapal dalam misi pelayaran kemanusiaan menuju Jalur Gaza telah dicegat pasukan Zionis Israel. Konvoi bantuan tersebut sebelumnya berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut internasional.

Informasi pencegatan disampaikan GSF melalui platform Telegram pada Selasa. Koalisi aktivis tersebut menyebut seluruh kapal kini telah dihentikan dan mereka masih menunggu perkembangan terbaru terkait nasib para peserta misi kemanusiaan.

"Semua kapal telah dicegat. Kami menunggu informasi terbaru terkait penculikan ilegal mereka," kata GSF melalui Telegram.

Berangkat dari Barcelona

Konvoi pelayaran bantuan kemanusiaan untuk Gaza diketahui berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 15 April 2026. Misi tersebut membawa aktivis internasional yang berupaya menyalurkan bantuan sekaligus menyoroti blokade terhadap Jalur Gaza.

Sebelumnya, pada malam 29 April hingga 30 April, para aktivis mengaku kapal mereka sempat diambil alih pasukan Israel di dekat Pulau Kreta.

Dalam insiden tersebut, mereka menyebut pasukan Israel merusak mesin kapal dan sistem navigasi sebelum meninggalkan kapal di tengah pelayaran.

Situasi kembali memanas pada Senin (18/5), ketika kapal misi kemanusiaan tersebut dilaporkan dikepung dan dicegat secara paksa oleh kapal perang Zionis Israel di perairan internasional.

GSF menyebut pencegatan terjadi sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza saat konvoi masih berada di jalur pelayaran internasional.

Libatkan Ribuan Aktivis

Pada akhir Maret lalu, koalisi aktivis itu menyatakan misi flotilla terbaru dirancang dalam skala besar dengan melibatkan hingga 100 kapal.

Lebih dari 2.000 peserta dari berbagai negara disebut direncanakan ikut serta dalam misi pelayaran kemanusiaan menuju Gaza tersebut sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap warga Palestina.

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia (WNI) ikut berlayar dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza. Dari jumlah tersebut, lima WNI dilaporkan ditahan tentara Israel saat armada mencoba mendekati wilayah Gaza melalui perairan Siprus.

Sembilan WNI yang mengikuti misi kemanusiaan itu terdiri atas lima relawan dan empat jurnalis dari berbagai media nasional. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan pembaruan dari Command Center Sumur Nusantara sekitar pukul 23.00 waktu Turki.

Lima WNI yang dilaporkan ditahan militer Israel yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal BoraLize, serta relawan Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa yang menaiki kapal Josef.

Tiga WNI lainnya yang juga dilaporkan ditahan berada di kapal Ozgurluk, yaitu jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah, jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, dan kontributor iNewsTV, Beritasatu, serta CNN Indonesia Rahendro Herubowo.

Kelima WNI tersebut disebut telah mengirimkan pesan darurat kepada kantor masing-masing sebelum kabar penahanan beredar luas di media sosial. Informasi itu turut disebarluaskan melalui akun resmi Republika, Rumah Zakat, dan Tempo.

Sementara itu, empat WNI lainnya dilaporkan masih melanjutkan pelayaran dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Dua kapal yang masih berlayar ialah Kasri Sadabad yang membawa relawan Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo, serta kapal Zefiro yang dinaiki Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirsanu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news