9 WNI Flotilla Gaza Ditangkap Israel, Kemlu RI Bergerak

2 hours ago 2

9 WNI Flotilla Gaza Ditangkap Israel, Kemlu RI Bergerak

Wartawan Republika Bambang Noroyono yang turut diculik Israel. /Instagram.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan flotilla menuju Jalur Gaza telah ditangkap pasukan Zionis Israel. Pemerintah Indonesia kini mengintensifkan langkah diplomatik dan perlindungan kekonsuleran untuk memastikan keselamatan para relawan tersebut.

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan sebanyak sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan telah diamankan oleh otoritas Israel.

“Berdasarkan informasi terkini, 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Vahd dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Kemlu RI bersama sejumlah perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Eropa kini terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi seluruh WNI tetap aman dan mendapatkan perlindungan.

Di antara sembilan WNI tersebut, terdapat tiga jurnalis media nasional yang sedang menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan itu, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Vahd menegaskan pemerintah Indonesia memaksimalkan seluruh jalur diplomatik dan bantuan kekonsuleran guna memastikan para WNI memperoleh perlindungan penuh selama proses penanganan berlangsung.

“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujar Vahd.

Sebelumnya, Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengungkapkan situasi di lapangan masih sangat dinamis setelah lima WNI pertama dilaporkan lebih dulu ditangkap pada Senin (18/5/2026). Menurut dia, relawan lain yang sempat lolos dari pencegatan saat itu juga masih berada dalam ancaman penangkapan.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk menyiapkan langkah penanganan apabila para WNI membutuhkan bantuan lanjutan.

Selain itu, perwakilan RI juga menyiapkan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila dokumen perjalanan para relawan disita pihak Israel. Dukungan medis juga disiapkan jika sewaktu-waktu diperlukan.

Pemerintah Indonesia turut mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal bantuan kemanusiaan dan menangkap relawan internasional yang berada di dalamnya, termasuk warga negara Indonesia.

Menurut Kemlu RI, insiden tersebut kembali menunjukkan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, terutama terkait jaminan distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news