Bursa Asia Hijau, IHSG Ditutup Naik Hampir 2 Persen

2 hours ago 2

Bursa Asia Hijau, IHSG Ditutup Naik Hampir 2 Persen

Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan

Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis (25/6/2026), seiring sentimen positif dari pasar global dan kawasan Asia.

IHSG naik 115,16 poin atau 1,96 persen ke level 5.999,04. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga mencatatkan kenaikan sebesar 9,58 poin atau 1,66 persen ke posisi 587,75.

Penguatan IHSG tidak lepas dari membaiknya sentimen global, terutama setelah meredanya ketegangan geopolitik yang berdampak pada penurunan harga minyak dunia. Kondisi ini dinilai mampu meredakan tekanan inflasi dan memberikan ruang bagi bank sentral untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menyebut mayoritas bursa Asia bergerak di zona hijau seiring optimisme pasar terhadap perkembangan global.

“Penguatan ini dipicu oleh sentimen positif dari luar negeri, termasuk meredanya konflik yang berdampak pada stabilitas harga minyak,” ujarnya.

Selain faktor global, sentimen domestik juga turut menopang pergerakan IHSG. Bank Indonesia mencatat aliran dana asing yang cukup besar ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor satu tahun dan obligasi pemerintah, dengan total mencapai sekitar Rp105 triliun sepanjang Juni 2026.

Masuknya dana asing ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, meskipun di sisi lain terdapat tekanan dari penurunan peringkat daya saing Indonesia dalam laporan World Competitiveness Ranking.

Secara teknikal, penguatan IHSG juga didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham yang sebelumnya terkoreksi. Momentum ini dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan akumulasi di level harga yang dinilai menarik.

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka di zona hijau dan mampu mempertahankan penguatannya hingga penutupan. Pada sesi kedua, indeks bahkan semakin stabil di level positif tanpa tekanan berarti.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor mencatatkan penguatan. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 3,89 persen, diikuti sektor kesehatan sebesar 3,21 persen dan sektor barang konsumen primer naik 2,89 persen.

Dari sisi pergerakan saham, sejumlah emiten mencatatkan kenaikan signifikan, antara lain RBMS, YUPI, KONI, FUTR, dan ZONE. Sementara saham yang mengalami tekanan antara lain BSSR, HBAT, PTPW, TRUS, dan LUCY.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi mencapai 1,66 juta kali transaksi. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 20,91 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp13,63 triliun.

Sebanyak 562 saham ditutup menguat, 148 saham melemah, dan 249 saham stagnan.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham juga didominasi penguatan. Indeks Nikkei melonjak 4,61 persen, Shanghai Composite naik 0,23 persen, dan Straits Times menguat tipis 0,06 persen. Sementara itu, indeks Kuala Lumpur menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 1,09 persen.

Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan arus dana asing yang masuk, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek, meski investor tetap perlu mencermati dinamika ekonomi global dan domestik yang berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news