Bulog Siapkan 2.000 Ton SPHP Jagung untuk Peternak Sulsel

6 hours ago 7
Bulog Siapkan 2.000 Ton SPHP Jagung untuk Peternak Sulselgudang menir jagung (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menyiapkan penyaluran sebanyak 2.000 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan pakan serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan di daerah.

Penyaluran jagung SPHP tersebut diperuntukkan bagi peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) dan telah terdaftar pada dinas peternakan atau pertanian di masing-masing wilayah. Skema ini diharapkan dapat memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran sesuai data penerima yang telah diverifikasi.

Pemimpin Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Fahrurozi, mengatakan mekanisme penyaluran jagung dilakukan melalui proses pendataan peternak yang dilakukan secara berjenjang. Data penerima terlebih dahulu diverifikasi oleh pemerintah daerah sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.

“Di Sulawesi Selatan sendiri, rencananya SPHP jagung itu sekitar 2 ribu ton untuk peternak-peternak yang tergabung dalam PINSAR yang sudah terdaftar di dinas peternakan atau pertanian setempat,” ungkap Fahrurozi, Senin (27/04/2026).

Ia menjelaskan bahwa peternak yang belum masuk dalam daftar penerima masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan alokasi jagung SPHP. Proses tersebut dilakukan dengan mendaftarkan diri melalui dinas peternakan atau pertanian di tingkat kabupaten atau kota.

“Kalau memang ada peternak yang belum mendapatkan, itu bisa mendaftar dulu di dinas peternakan atau pertanian kabupaten, kemudian nanti diusulkan ke Kementerian Pertanian, baru mendapatkan by name by address-nya yang kemudian diperintahkan ke Bulog oleh Bapanas untuk menyerah SPHP,” jelasnya.

Saat ini, Bulog mulai menyiapkan tahapan awal sebelum distribusi dilakukan secara menyeluruh. Tahapan tersebut difokuskan pada verifikasi ulang data penerima manfaat yang telah diterima dari pemerintah pusat.

“Sudah mulai disiapkan, saat ini masih proses verifikasi. Jadi data yang kami terimakan ada by name by address-nya, si A dapat berapa, si peternak B dapat berapa, nah itu kami lakukan verifikasi ulang dulu, melibatkan dinas peternakan atau pertanian setempat,” katanya.

Setelah proses verifikasi selesai, Bulog akan menyampaikan rincian alokasi kepada masing-masing peternak penerima. Informasi tersebut mencakup jumlah jagung yang diterima, jadwal distribusi, serta mekanisme pembayaran yang akan diterapkan.

“Setelah verifikasi baru kemudian kami lakukan pendaftaran untuk kemudian kami sampaikan bahwa peternak-peternak tersebut bisa dapat berapa, kemudian waktu dan pembayarannya seperti apa, itu yang kami akan coba lakukan di minggu-minggu ini. Kami realisasinya ada 2.000 ton untuk satu tahun ini,” tambahnya.

Penyaluran jagung SPHP nantinya akan dilakukan secara terkoordinasi melalui organisasi PINSAR di masing-masing daerah. Mekanisme ini bertujuan memudahkan distribusi serta memastikan bantuan dapat diterima oleh peternak yang telah terdaftar.

Selain program SPHP jagung, lanjut Fahrurozi, pihaknya juga memproduksi hasil pengolahan jagung berupa menir yang dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Produk tersebut saat ini masih dipasarkan secara umum sesuai dengan ketersediaan hasil produksi di gudang.

“Untuk menir kami masih jual secara umum. Siapapun ketika kami produksi hasil pengolahan kami, kami masih jual secara umum tapi kalau nanti ada permintaan yang khusus, tentu kami akan collect secara nasional,” jelas Fahrurozi.

Ia menambahkan bahwa produksi menir jagung bersifat fluktuatif karena bergantung pada ketersediaan bahan baku serta proses pengolahan yang sedang berlangsung. Ketersediaan produk tersebut biasanya meningkat ketika kegiatan pengolahan jagung sedang berjalan.

“Kalau lagi ada proses pengolahan, baru ada menir,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news