(Foto : IST)KabarMakassar.com — Babak baru Kepemimpinan Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Jeneponto resmi dimulai. Melalui forum Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Gedung Aisyiah Romanga pada tanggal 25 – 26 April 2026 lalu, Abu Bakar Halim (ABH) terpilih secara demokratis sebagai Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Jeneponto Periode 2026-2031.
Terpilihnya ABH sebagai nakhoda baru, beliau didampingi oleh para mentor, di antaranya Dr. H. Sudirman Sappara selaku Leasing Officer (LO), Ketua Tim Muzakkir Akbar dan Tokoh Senior BKPRMI, Suardi A. Kahar (SAK). Oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) pengusung, SAK didaulat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) yang juga selaras dengan restu dan kehendak Bupati Jeneponto sebagai mitra strategis organisasi.
Abu Bakar Halim membawa Visi Besar bertajuk “BKPRMI BAHAGIA”. Visi ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan akronim dari nilai-nilai strategis: Bismillah, Akhlaqul Karimah, Harmonis, Akademik, Giat, Inspiratif, dan Amanah.
Menjawab Tantangan Prioritas dalam 100 Hari Kerja, ABH menegaskan bahwa poin “Giat” menjadi napas utama. Hal ini didasari atas mendesaknya sejumlah agenda organisasi setelah pelantikan, seperti Pelaksanaan Munaqasyah (Ujian) dan Wisuda Santri serta Penataan Struktur Kelembagaan di tingkat kecamatan.
“Kita dihadang tugas berat. Fokus awal adalah ‘Giat’ karena DPK yang masa baktinya sudah hampir usai. Kami akan memanfaatkan waktu akhir pekan (Sabtu-Minggu) untuk melakukan pendampingan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di 11 wilayah secara teratur,” jelas ABH.
Senada dengan hal tersebut, Suardi A. Kahar saat ditemui di salah satu kafe di daerah ini pada Selasa pagi (28/04), beliau menjelaskan sisi filosofis dari kematangan kader. Menurutnya, indikator “bahagia” seorang kader dapat dilihat dari tuntasnya jenjang pelatihan internal.
“Kader harus melalui LMD 1 hingga LMD 3. Namun, Kami juga menyiapkan Training of Trainer (TOT) khusus bagi para alumni aktivis senior. Ini adalah jalur istimewa karena mereka adalah aset yang sudah matang di organisasi,” tutur Suardi.
Selain Penataan Birokrasi Kelembagaan, Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Latihan Mujahid Dakwah (LMD) juga menjadi prioritas dalam agenda tersebut.
Menurutnya, bagi calon pengurus yang belum pernah ikut, wajib mengikuti LMD 1.
“Ini penting karena sertifikasi perkaderan dikeluarkan langsung oleh Direktur Nasional Lembaga Pembinaan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) Pusat,” tambahnya.
Melalui agenda besar tersebut, Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, memberikan dukungan penuh atas pengurus baru. Namun, ia juga memberikan tantangan besar kepada duet Ketua Umum DPD Terpilih Abu Bakar Halim dan Ketua MPD Terpilih Suardi A. Kahar untuk segera melakukan terobosan nyata.
Di sisi lain, Bupati menantang tim teknis BKPRMI Jeneponto untuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) terkait kegiatan strategis, terutama pada sektor pembinaan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an/Taman Pendidikan Al-qur’an (TKA/TPA) dan Pembinaan Imam Rawatib.
“Kegiatan-kegiatan ini harus masuk dalam Nomenklatur BKPRMI Jeneponto yang diharapkan memiliki Daya Ungkit Nyata bagi akselerasi Visi Besar Pemerintah Daerah, yakni Jeneponto yang Lebih Maju dan Sejahtera,” tegas H. Paris Yasir di Kompleks Rumah Jabatan Bupati, Senin malam (27/4)/
Dalam dokumen visi-misinya, DPD BKPRMI Jeneponto periode ini juga akan menerapkan Lima Pilar Kebijakan Utama.
1). Kebijakan Strategis: Perencanaan berbasis data, bukan sekadar intuisi.
2). Manajemen SDM: Budaya meritokrasi (Reward & Punishment).
3). Operasional Digital: Digitalisasi alur kerja dan transparansi informasi.
4). Keuangan Akuntabel: Efisiensi anggaran pada program berdampak langsung.
5). Kolaborasi Eksternal: Membangun jejaring strategis (Win-win partnership).
Dengan semangat baru ini, BKPRMI Jeneponto optimistis dapat menjadi rumah yang nyaman bagi pemuda remaja masjid sekaligus menjadi motor penggerak dakwah di Bumi Turatea.













































