Rapat Komisi B DPRD kota Makassar Bersama PDAM kota Makassar (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Krisis air bersih di wilayah utara dan timur Kota Makassar terus menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, mendesak PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk meninjau ulang kerja sama dengan pihak ketiga yang diduga menjadi salah satu sumber persoalan.
Desakan itu disampaikan saat rapat Komisi B bersama jajaran direksi baru PDAM Makassar baru Pelaksana Tugas (Plt) PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade beserta jajaran.
Basdir dengan tegas meminta langkah cepat dan konkret untuk mengakhiri krisis air yang telah berlangsung bertahun-tahun.
“Dalam pertemuan tadi, kami minta PDAM segera ambil langkah cepat. Terutama untuk wilayah utara dan timur kota yang sampai sekarang masih mengalami krisis air,” tegas Basdir, Selasa (28/04).
Ia menilai persoalan distribusi air bersih di wilayah utara bukan isu baru, melainkan masalah lama yang tak kunjung tuntas sejak lebih dari satu dekade. Bahkan, menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi jauh sebelum dirinya menjabat sebagai anggota dewan pada 2014.
“Masalah ini bukan baru. Sejak 2014 saya masuk DPRD, kondisinya tetap sama. Artinya sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah selesai. Seharusnya ini sudah bisa dituntaskan,” ujarnya.
Basdir secara khusus menyoroti kemungkinan adanya persoalan dalam skema kerja sama dengan pihak ketiga yang dinilai tidak berjalan optimal. Ia meminta PDAM tidak ragu melakukan evaluasi total jika ditemukan kendala yang menghambat pelayanan air bersih ke masyarakat.
“Kami mempertanyakan apa faktor penyebabnya. Jangan sampai kerja sama dengan pihak ketiga justru jadi penghambat. Kalau tidak maksimal, harus dievaluasi,” katanya.
Kondisi krisis air, lanjutnya, tidak hanya terjadi saat musim kemarau, tetapi juga kerap dirasakan warga saat musim hujan. Hal ini memperparah beban masyarakat di kawasan padat penduduk seperti Tallo, Ujung Tanah, dan Bontoala.
“Jangankan kemarau, musim hujan pun air kadang tidak mengalir. Kasihan warga, padahal jumlahnya ratusan ribu di wilayah itu,” ungkapnya.
Basdir juga mengingatkan agar direksi baru PDAM tidak sekadar mengulang janji lama tanpa realisasi nyata. Ia menegaskan perlunya langkah tegas dan terukur, termasuk memastikan proyek infrastruktur seperti pemasangan pipa induk benar-benar berjalan efektif.
“Jangan lagi sekadar janji. Harus ada keseriusan. Kalau masalahnya pipa atau pihak ketiga, itu harus dibuka dan dievaluasi. Kalau semua berjalan baik, saya yakin masalah ini bisa diatasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD akan terus mengawal persoalan ini hingga ada perbaikan nyata di lapangan. Basdir pun menyebut direksi baru PDAM telah menyatakan komitmennya untuk menjadikan krisis air sebagai prioritas utama ke depan.
“Alhamdulillah tadi direksi menyampaikan ini akan jadi prioritas. Kita harap betul-betul direalisasikan, karena warga sudah terlalu lama menunggu,” tukasnya.













































