Bidik SDM Global, Kader PMII DIY Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris

3 hours ago 2

Bidik SDM Global, Kader PMII DIY Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris

PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global. /Istimewa.

Harianjogja.com SLEMAN—Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKAPMII) DIY memperkuat kompetensi kader dan alumni melalui kerja sama strategis dengan Kampung Inggris Jogja (KIJ). Kolaborasi ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sekaligus memperluas peluang kader PMII DIY menembus dunia industri global dan program beasiswa internasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Teatrikal FEBI UIN Sunan Kalijaga, Sleman, Rabu (7/5/2025). Acara itu dibuka langsung oleh Anggota DPD RI DIY sekaligus Anggota Majelis Kehormatan PW IKAPMII DIY, Hilmy Muhammad.

Ketua Panitia Pelaksana, Hanif Muslim, mengatakan kegiatan tersebut mendapat respons tinggi dari kader dan alumni PMII. Sekitar 200 peserta hadir memenuhi lokasi acara sebagai bentuk antusiasme terhadap program penguatan kemampuan bahasa Inggris tersebut.

“Kolobarasi ini merupakan aksi konkret IKAPMII DIY dalam mempersiapkan kompetensi kader-kader dan para alumninya di tengah tantangan global yang ada,” ujar Hanif.

Menurut Hanif, program kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada seremoni penandatanganan kerja sama, melainkan menjadi langkah nyata organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing internasional.

Ketua PC PMII DIY, Muh Faisal, menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, khususnya Generasi Z, yang membutuhkan ruang belajar kreatif, adaptif, dan kolaboratif untuk menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Dorong Kader PMII Kuasai Skill Global

Ketua Umum PW IKAPMII DIY Ahmad Anfasul Marom yang akrab disapa Aan Marom, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kampung Inggris Jogja merupakan bagian dari gerakan inovasi sosial untuk memperkuat employability skills atau keterampilan kerja kader dan alumni PMII.

“Kami ingin kader dan alumni PMII tidak hanya dikenal sebagai aktivis jalanan, tapi intelektual yang mumpuni memiliki kompetensi dan skill yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tegas Aan Marom.

Aan menuturkan penguasaan bahasa asing dan teknologi kini menjadi kebutuhan utama yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan zaman. Menurutnya, kemampuan tersebut harus menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda PMII agar mampu membangun jejaring pendidikan, bisnis kreatif, hingga industri global.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, Prof Abdur Rozaki turut menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi mahasiswa dan kader organisasi. Ia menilai kemampuan bahasa Inggris saat ini telah berubah dari sekadar keterampilan tambahan menjadi kebutuhan primer di era persaingan global.

“Kader-kader PMII harus mampu hadir dan urun rembuk dalam struktur kekuasaan di republik ini, baik di tingkat nasional maupun global. Semoga ke depan PMII lebih banyak lagi melahirkan doktor-doktor muda seperti Mas Aan ini dan berdiaspora dalam berbagai struktur kekuasaan sembari berpihak kepada kaum mustad’afin,” kata Prof. Rozaki.

PMII DIY Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas

Dr. Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy mengapresiasi hadirnya program beasiswa bahasa Inggris bagi kader PMII dan NU. Menurutnya, keterbatasan kemampuan bahasa selama ini kerap menjadi hambatan bagi kader nahdliyin untuk mengakses peluang pendidikan dan jejaring internasional.

“Melalui beasiswa kader ini, semoga menjadi wasilah/jalan bagi kader-kader PMII maupun NU dalam menyongsong Indonesia Emas. Jangan sampai target Indonesia Emas tercapai, tetapi orang-orang NU malah tergulung tidak ikut di dalamnya,” tuturnya.

Sementara itu, CEO Kampung Inggris Jogja, Abdul Hamid, menegaskan pihaknya siap mendukung peningkatan kapasitas bahasa Inggris kader PMII DIY melalui program pelatihan yang berkelanjutan.

“Kampung Inggris Jogja menyambut baik untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya kader PMII di D.I. Yogyakarta,” jelas Hamid.

Direktur KIJ, Nurul Huda mengungkapkan kolaborasi tersebut juga akan dikembangkan melalui pembentukan komunitas khusus bertajuk English for Activist. Komunitas itu disiapkan sebagai ruang pembelajaran dan penguatan kemampuan bahasa Inggris bagi kader PMII DIY agar program pengembangan skill global dapat berjalan secara berkesinambungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news