Alireza Beiranvand, Tembok Kokoh Iran yang Bikin Belgia Gigit Jari

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 22 Juni 2026 08:57 WIB

Alireza Beiranvand, Tembok Kokoh Iran yang Bikin Belgia Gigit Jari

Alireza Beiranvand/Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah sorotan bintang-bintang Eropa, nama Alireza Beiranvand justru menjadi pusat perhatian dalam laga Grup G Piala Dunia 2026. Kiper tim nasional Iran itu tampil luar biasa saat membantu Iran national football team menahan imbang Belgia 0-0 di Stadion Los Angeles, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.

Beiranvand menjadi aktor utama di balik hasil tersebut setelah mencatatkan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Aksinya yang paling krusial terjadi pada menit ke-59 dan 86 ketika ia menggagalkan peluang emas dari Maxim De Cuyper. Penampilan solidnya membuat lini serang Belgia yang diperkuat pemain seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku frustrasi sepanjang laga.

Atas performa gemilang tersebut, kiper berusia 33 tahun itu dinobatkan sebagai Man of the Match. Hasil ini sekaligus menjaga peluang Iran untuk bersaing menuju babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Rekor unik lemparan terjauh dunia

Selain kehebatan di bawah mistar, Beiranvand juga dikenal memiliki catatan unik di level dunia. Ia memegang rekor lemparan bola terjauh oleh seorang kiper dalam pertandingan resmi.

Pada 11 Oktober 2016, dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Korea Selatan di Stadion Azadi, Teheran, Beiranvand melempar bola sejauh 61 meter lebih. Aksi tersebut kemudian diakui oleh Guinness World Records sebagai lemparan terjauh oleh penjaga gawang dalam pertandingan kompetitif.

Lemparan tersebut sempat menjadi awal serangan balik cepat Iran, meski peluang yang tercipta dari situ tidak berakhir menjadi gol.

Perjalanan hidup penuh perjuangan

Kisah hidup Beiranvand juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ketenarannya. Ia memulai hidup dari latar belakang sederhana sebagai penggembala domba di masa kecilnya sebelum mengejar karier sepak bola profesional.

Dalam perjalanan menuju puncak, ia sempat hidup tanpa tempat tinggal tetap dan bekerja di berbagai pekerjaan serabutan, termasuk di pabrik dan tempat cuci mobil, demi bertahan hidup.

Perjuangan panjang itu kini membawanya ke panggung terbesar sepak bola dunia. Dari kondisi sulit hingga menjadi pahlawan Iran di Piala Dunia 2026, Beiranvand menjadi simbol ketekunan, kerja keras, dan harapan bahwa mimpi besar tetap bisa dicapai siapa pun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news