AHY: Pesawat N219 Siap Perkuat Penerbangan Perintis di Daerah

7 hours ago 6

 Pesawat N219 Siap Perkuat Penerbangan Perintis di Daerah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menkoinfra) RI Agus Harimurti Yudhoyono./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pesawat N219 produksi dalam negeri memiliki peran penting dalam memperkuat layanan penerbangan perintis di berbagai wilayah Indonesia. Kemampuan beroperasi di landasan pendek dan belum beraspal dinilai menjadi keunggulan pesawat tersebut untuk meningkatkan konektivitas di daerah dengan kondisi geografis yang menantang.

Menurut AHY, kebutuhan terhadap pesawat berkapasitas sedang semakin besar karena banyak daerah masih menghadapi keterbatasan infrastruktur transportasi udara, terutama di kawasan pegunungan, hutan, maupun wilayah terpencil.

N219 Dinilai Sesuai Kebutuhan Daerah

AHY mengatakan sejumlah kepala daerah menyampaikan kebutuhan akan moda transportasi udara yang mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses pesawat berbadan besar.

Karena itu, pengembangan pesawat N219 dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah yang memerlukan layanan penerbangan perintis.

"Oleh karena itu memang fokusnya adalah untuk rute-rute penerbangan perintis. Dan di sinilah menjadi klop antara permintaan yang disampaikan oleh para kepala daerah maupun pelaku industri dan bisnis di daerah-daerah tersebut, mengapa? Karena infrastruktur yang terbatas," ujar AHY di Jakarta, Rabu.

Mampu Beroperasi di Landasan Pendek

AHY menjelaskan N219 dirancang agar mampu bermanuver di wilayah dengan karakter geografis yang kompleks, seperti kawasan pegunungan maupun hutan lebat.

Selain itu, pesawat tersebut dapat lepas landas dan mendarat di landasan sepanjang sekitar 800 meter, termasuk pada landasan yang belum beraspal (unpaved).

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi nilai tambah karena banyak bandara perintis di Indonesia belum memiliki fasilitas landasan yang panjang maupun berlapis aspal.

"Artinya kalau kita fokus pada sejumlah pesawat yang memang terus dikembangkan, terutama N219, ini benar-benar pengembangan dan produksi dalam negeri di mana komponen TKDN-nya sudah lebih dari 46 persen. Dan ini sesuatu yang sangat baik," kata AHY.

PTDI Siapkan N219 Masuk Pasar Komersial

Sementara itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kedirgantaraan, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), tengah menyiapkan N219 untuk memasuki pasar penerbangan komersial.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan pesawat tersebut akan dipasarkan sebagai pesawat penghubung antardaerah maupun untuk kebutuhan bisnis, baik mengangkut penumpang maupun kargo.

Dukung Pengembangan SDM Dirgantara

Selain mempersiapkan pemasaran pesawat, PTDI juga membangun sumber daya manusia yang mendukung ekosistem industri penerbangan nasional.

Menurut Gita, perusahaan menjalankan peran sebagai Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) untuk mensertifikasi tenaga kerja lokal sehingga mampu mendukung operasional serta perawatan pesawat N219.

Ia menambahkan pesawat bermesin ganda (twin otter) dengan kapasitas 19 penumpang tersebut dirancang agar dapat beroperasi secara efektif di bandara-bandara perintis yang memiliki landasan pacu kurang dari satu kilometer dan belum beraspal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news