
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JAKARTA—Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Bahasa Inggris akan ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di seluruh Indonesia mulai tahun 2027, dengan penerapan awal pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar atau sederajat.
Kebijakan tersebut diumumkan saat ia meninjau progres revitalisasi SDN Utue di Kabupaten Pidie, pada Senin, sebagai bagian dari agenda penguatan pendidikan dasar di berbagai daerah.
“Kebijakan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih siap untuk berkompetisi di dunia global,” kata Abdul Mu'ti di sela-sela kunjungan tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa implementasi program ini tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga pada kesiapan tenaga pendidik melalui pelatihan khusus agar dapat mengajar Bahasa Inggris secara optimal di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.
“Insya Allah, peningkatan kapasitas guru untuk pembelajaran Bahasa Inggris akan terus ditingkatkan guna melahirkan generasi yang mampu menguasai bahasa asing,” katanya.
Menurut dia, pengenalan Bahasa Inggris sejak usia dini menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak hanya mengejar kemajuan pendidikan nasional, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi global peserta didik di tengah era yang semakin terkoneksi.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing di tingkat internasional.
Pemerintah, lanjutnya, juga optimistis bahwa kebijakan ini akan memberikan bekal yang memadai bagi siswa dalam menghadapi tantangan global pada masa mendatang, terutama dalam bidang pendidikan dan komunikasi lintas negara.
Dengan demikian, penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai 2027 diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam transformasi pendidikan dasar di Indonesia, seiring dengan penguatan kualitas guru dan pemerataan akses pembelajaran di berbagai wilayah.
Memperkenalkan pelajaran bahasa inggris sejak tingkat sekolah dasar (SD) bukan lagi sekadar pelengkap kurikulum, melainkan investasi strategis bagi masa depan anak. Pada usia emas ini, otak anak memiliki fleksibilitas luar biasa untuk menyerap kosakata baru dan meniru pengucapan (pronunciation) dengan tingkat akurasi yang tinggi layaknya penutur asli.
Menguasai bahasa internasional sejak dini tidak hanya membuka gerbang informasi global yang lebih luas, tetapi juga melatih kemampuan kognitif, mempertajam daya ingat, serta meningkatkan rasa percaya diri anak dalam berinteraksi. Dengan fondasi linguistik yang matang sejak SD, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan akademik yang lebih kompleks di jenjang berikutnya dan tumbuh menjadi individu yang kompetitif di era globalisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































