Yoga vs Pilates, Ini Bedanya dan Manfaatnya untuk Tubuh

1 hour ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Yoga dan Pilates sama-sama populer sebagai olahraga yang dapat dilakukan tanpa aktivitas berintensitas tinggi. Keduanya juga mengandalkan gerakan tubuh, konsentrasi, dan pengaturan napas. Namun, memilih antara yoga dan Pilates sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren, melainkan disesuaikan dengan tujuan latihan yang ingin dicapai.

Jika Anda ingin meningkatkan fleksibilitas sekaligus mencari aktivitas yang membantu relaksasi, yoga bisa menjadi pilihan. Sementara itu, Pilates lebih menarik bagi mereka yang ingin memperkuat otot inti, melatih kontrol tubuh, dan mendukung postur.

Perbedaan fokus tersebut penting dipahami sebelum menentukan jenis latihan yang akan dilakukan secara rutin.

Yoga untuk Fleksibilitas dan Relaksasi

Yoga menggabungkan berbagai gerakan tubuh dengan teknik pernapasan dan perhatian terhadap kondisi tubuh serta pikiran. Dalam sejumlah jenis latihan, yoga juga memasukkan unsur meditasi dan mindfulness.

Gerakan yoga membuat tubuh bekerja melalui berbagai rentang gerak. Karena itu, latihan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga atau meningkatkan fleksibilitas serta mengurangi rasa kaku pada tubuh.

Yoga juga dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin melatih keseimbangan. Harvard Health mencatat yoga termasuk aktivitas yang dikaitkan dengan peningkatan keseimbangan. Beberapa program yoga, khususnya hatha yoga, juga menunjukkan manfaat terhadap kemampuan menjaga keseimbangan.

Bukan hanya soal fisik, yoga juga memberi ruang untuk memperhatikan pernapasan dan gerakan secara lebih sadar. Pola latihan tersebut dapat membantu seseorang melakukan relaksasi dan mengelola stres.

Karena itu, yoga bisa dipertimbangkan bagi orang yang memiliki beberapa tujuan sekaligus, seperti meningkatkan fleksibilitas, menjaga keseimbangan, dan mendapatkan aktivitas yang lebih menenangkan.

Pilates Lebih Fokus pada Otot Inti

Berbeda dengan yoga, Pilates lebih menekankan gerakan yang terkontrol, presisi, konsentrasi, dan pengaturan napas. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat otot inti atau core.

Otot inti tidak hanya berkaitan dengan bagian perut. Kelompok otot tersebut membantu menopang dan menstabilkan tubuh ketika seseorang melakukan berbagai gerakan.

Latihan Pilates dapat melibatkan otot perut, punggung, pinggul, serta bagian tubuh lain yang berperan dalam stabilitas dan postur. Harvard Health juga menyebut Pilates sebagai latihan berdampak rendah yang berfokus pada kekuatan core, keseimbangan, dan fleksibilitas serta dapat disesuaikan dengan kemampuan seseorang.

Pilates dapat dilakukan menggunakan matras. Pada latihan tertentu, peserta juga dapat menggunakan peralatan seperti reformer maupun alat bantu resistansi.

Bagi Anda yang lebih tertarik membangun kekuatan inti dan meningkatkan kontrol terhadap gerakan tubuh, Pilates dapat menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Yoga dan Pilates Sama-Sama Bisa Melatih Keseimbangan

Meski memiliki karakter berbeda, bukan berarti manfaat keduanya selalu berlawanan. Yoga dan Pilates sama-sama dapat membantu meningkatkan keseimbangan.

Harvard Health menyebut yoga, Pilates, tai chi, dan latihan keseimbangan sebagai sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan menjaga keseimbangan. Pilates, khususnya, juga menunjukkan manfaat terhadap keseimbangan dinamis, kekuatan tungkai, serta fleksibilitas punggung bawah dan pinggul.

Artinya, keputusan memilih yoga atau Pilates tidak harus didasarkan pada anggapan bahwa salah satunya lebih baik secara mutlak. Yang lebih penting adalah tujuan, kondisi tubuh, tingkat kemampuan, serta jenis latihan yang paling nyaman dilakukan secara konsisten.

Jadi, Pilih Yoga atau Pilates?

Pilihan bisa dibuat berdasarkan target latihan.

Yoga lebih sesuai jika Anda ingin:

  • meningkatkan fleksibilitas;

  • melatih keseimbangan dan mobilitas;

  • menggabungkan gerakan dengan teknik pernapasan;

  • mendapatkan aktivitas yang mendukung relaksasi dan pengelolaan stres.

Sementara itu, Pilates lebih sesuai jika tujuan Anda adalah:

  • memperkuat otot inti;

  • melatih kontrol dan ketepatan gerakan;

  • mendukung postur tubuh;

  • meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas melalui latihan yang terstruktur.

Namun, jangan menjadikan yoga atau Pilates sebagai satu-satunya bentuk aktivitas fisik. Untuk kebugaran secara menyeluruh, rutinitas olahraga tetap sebaiknya mencakup aktivitas aerobik dan latihan kekuatan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Pada akhirnya, olahraga terbaik bukan selalu yang sedang populer, melainkan yang dapat dilakukan dengan teknik yang tepat dan konsisten. Jika Anda lebih menikmati latihan yang menggabungkan gerakan, pernapasan, dan relaksasi, yoga bisa menjadi pilihan. Jika Anda lebih menyukai latihan terstruktur dengan fokus pada kekuatan inti dan kontrol tubuh, Pilates dapat menjadi alternatif.

Yang terpenting, sesuaikan intensitas dengan kemampuan tubuh. Dengan begitu, olahraga tidak hanya menjadi aktivitas sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang mendukung kebugaran dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news