
Jorge Martin/ Instagram: 89jorgemartin
Harianjogja.com, JOGJA—Jorge Martin masih memimpin klasemen MotoGP 2026, tetapi keunggulannya kini tidak lagi nyaman. Setelah GP Aragon, pembalap Aprilia Racing itu hanya unggul 19 poin atas Marc Marquez dan 24 poin dari Marco Bezzecchi.
Situasi tersebut membuat persaingan menuju gelar juara dunia semakin terbuka.
Martin pun tidak ragu menyebut dua pembalap yang menurutnya menjadi ancaman terbesar dalam perebutan titel musim ini. Marc Marquez dan Marco Bezzecchi menjadi nama yang paling diperhitungkannya.
“Tentu saja saya akan menyebut Marc (Marquez) dan Marco (Bezzecchi). Saya melihat keduanya sebagai pesaing yang sangat kuat untuk meraih gelar juara, tetapi mustahil untuk mengetahuinya dengan pasti,” kata Jorge Martin dilansir dari Motosan, Kamis (3/9/2026).
Keunggulan Martin Tinggal 19 Poin
Martin mengakhiri GP Aragon di posisi kelima. Hasil tersebut membuatnya tetap berada di puncak klasemen dengan 256 poin.
Sebaliknya, Marc Marquez menjalani akhir pekan sempurna di Aragon.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu memenangkan Sprint Race sekaligus balapan utama. Tambahan poin maksimal membuat Marquez mengoleksi 237 poin dan memangkas jarak dengan Martin menjadi hanya 19 angka.
Bezzecchi juga menjadi bagian penting dari persaingan tersebut. Pembalap Aprilia Racing itu mengoleksi 232 poin dan hanya terpaut 24 poin dari Martin.
Dengan kondisi tersebut, tiga pembalap teratas kini berada dalam jarak yang memungkinkan perubahan posisi terjadi hanya dalam satu akhir pekan.
Situs resmi MotoGP bahkan menggambarkan persaingan 2026 sebagai pertarungan tiga pembalap. Martin berada di posisi teratas, sementara Marquez dan Bezzecchi terus mengejar dari belakang.
Martin Tak Ingin Kehilangan Momentum
Tekanan tersebut membuat Martin harus menjaga konsistensi pada setiap seri berikutnya.
Pembalap Spanyol itu menyadari tidak ada ruang besar untuk melakukan kesalahan jika ingin mempertahankan posisi teratas hingga akhir musim.
“Saya berharap, setidaknya dengan kerja keras saya, untuk tetap bersaing hingga akhir,” sambung Martin.
Ia juga menunjukkan bahwa dirinya siap mengambil risiko apabila peluang menjadi juara masih terbuka.
“Itu tujuan utama saya, dan jika saya memiliki kesempatan, saya akan mengambil risiko apa pun yang diperlukan untuk memperjuangkannya,” tutupnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Martin tidak sekadar ingin mempertahankan posisi di klasemen. Ia harus terus mendapatkan hasil besar agar keunggulan yang tersisa tidak kembali tergerus.
Marquez Jadi Ancaman Paling Dekat
Dari dua rivalnya, Marquez saat ini menjadi pembalap yang paling dekat dengan Martin.
Bukan hanya karena selisih poin yang tinggal 19 angka, performa Marquez di Aragon juga menjadi peringatan serius bagi pemimpin klasemen.
Marquez meraih kemenangan ganda sepanjang akhir pekan dan menunjukkan kecepatannya di Sirkuit MotorLand Aragon. Kemenangan tersebut sekaligus memperkuat statusnya sebagai kandidat serius juara dunia 2026.
Sementara itu, Bezzecchi tidak bisa diabaikan.
Rekan setim Martin di Aprilia tersebut sempat menunjukkan kecepatannya dengan merebut pole position di Aragon setelah mencetak rekor lap baru. Dalam balapan utama, ia akhirnya finis ketiga di belakang Marquez dan Pedro Acosta.
Artinya, Martin bukan hanya menghadapi tekanan dari Ducati melalui Marquez. Ia juga harus mengantisipasi ancaman dari rekan setimnya sendiri.
Misano Jadi Ujian Berikutnya
Pertarungan tiga pembalap tersebut akan berlanjut di MotoGP San Marino.
Seri ke-14 MotoGP 2026 dijadwalkan berlangsung di Misano World Circuit Marco Simoncelli pada 11–13 September 2026.
Bagi Martin, Misano menjadi kesempatan untuk menghentikan momentum Marquez sekaligus memperlebar kembali jarak di klasemen.
Namun, situasinya juga memberikan peluang besar kepada Marquez dan Bezzecchi.
Dengan selisih 19 dan 24 poin, kemenangan di Misano dapat mengubah peta persaingan secara signifikan. Sebaliknya, hasil buruk Martin bisa membuat posisi puncaknya semakin terancam.
MotoGP mencatat Martin akan memasuki fase akhir musim dengan pengalaman sebagai juara dunia. Marquez datang sebagai juara bertahan yang sedang mengejar ketertinggalan setelah awal musim yang terganggu cedera, sementara Bezzecchi memburu gelar dunia pertamanya.
Karena itu, persaingan tiga pembalap ini bukan lagi sekadar perebutan posisi di klasemen.
Setiap Sprint dan Grand Prix kini memiliki konsekuensi besar terhadap peluang mereka menjadi juara dunia MotoGP 2026.
Martin masih berada di posisi terbaik. Jorge Martin masih memimpin MotoGP 2026, tetapi Marc Marquez hanya berjarak 19 poin dan Marco Bezzecchi 24 poin. Simak persaingan menuju GP Misano.Namun, dengan Marquez hanya berjarak 19 poin dan Bezzecchi 24 poin, keunggulan tersebut belum cukup untuk membuatnya aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
1
















































