Harga RAM dan SSD Naik, Masih Hemat Rakit PC Sendiri?

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA— Selama bertahun-tahun, merakit PC sendiri dianggap sebagai cara paling hemat untuk mendapatkan spesifikasi terbaik sesuai anggaran. Namun pada 2026, kondisi pasar mulai berubah. Kenaikan harga sejumlah komponen penting, terutama memori dan penyimpanan, membuat selisih biaya antara PC rakitan mandiri dan PC jadi semakin tipis.

Lonjakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu penyebab utama. Produsen chip memori kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk kebutuhan pusat data dan server AI dibanding pasar konsumen. Dampaknya, harga RAM dan SSD mengalami tekanan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Laporan International Data Corporation (IDC) sebelumnya memperingatkan bahwa pasokan DRAM dan NAND pada 2026 tumbuh lebih lambat dibanding pola historis. Kondisi tersebut membuat harga komponen yang menggunakan memori berpotensi bertahan di level tinggi.

Tidak hanya RAM dan SSD, kartu grafis juga menjadi faktor penting dalam perhitungan biaya membangun PC. Nvidia saat ini menawarkan lini GeForce RTX 50 Series berbasis arsitektur Blackwell dengan berbagai fitur baru seperti DLSS 4.5, Tensor Core generasi kelima, dan kemampuan ray tracing yang lebih baik.

Namun, harga GPU di pasaran tidak selalu mengikuti harga resmi saat peluncuran. Permintaan tinggi dan ketersediaan stok yang terbatas kerap membuat harga kartu grafis tertentu melambung di atas harga rekomendasi.

Biaya Rakit PC Mulai Mendekati PC Jadi

Di Indonesia, fenomena ini mulai terlihat dari perbandingan harga komponen dan paket PC rakitan yang dijual toko.

Sebagai contoh, sejumlah model GeForce RTX 5060 8GB dijual di kisaran Rp6,8 juta hingga Rp7,3 juta. Angka tersebut baru mencakup kartu grafis tanpa komponen lain seperti prosesor, motherboard, RAM, SSD, power supply, casing, maupun pendingin.

Sementara itu, sejumlah paket PC gaming dengan Ryzen 5 7500F, RTX 5060 8GB, RAM 32GB, dan SSD 1TB sudah ditawarkan mulai sekitar Rp19 jutaan hingga lebih dari Rp27 juta, tergantung kualitas komponen yang digunakan.

Perbedaan harga memang tidak bisa dibandingkan secara mentah karena setiap paket memiliki spesifikasi berbeda. Namun tren tersebut menunjukkan bahwa toko atau perakit skala besar mulai mampu menawarkan harga yang cukup kompetitif berkat pembelian komponen dalam jumlah besar.

Kelebihan Merakit PC Sendiri

Meski demikian, merakit PC sendiri masih memiliki sejumlah keunggulan yang sulit ditandingi.

Keuntungan terbesar adalah fleksibilitas. Pengguna dapat menentukan sendiri komponen yang dianggap paling penting sesuai kebutuhan.

Misalnya, seorang gamer dapat mengalokasikan anggaran lebih besar untuk GPU dan memilih motherboard kelas menengah. Sebaliknya, kreator konten mungkin lebih memprioritaskan kapasitas RAM dan prosesor.

Keuntungan lain adalah peluang memanfaatkan komponen lama yang masih layak digunakan. Casing, SSD tambahan, kipas pendingin, atau bahkan power supply berkualitas sering kali masih bisa digunakan untuk beberapa generasi perangkat berikutnya.

Dengan strategi tersebut, biaya upgrade dapat ditekan jauh lebih rendah dibanding membeli sistem baru secara keseluruhan.

Selain itu, platform modern seperti AMD Ryzen 9000 menawarkan jalur upgrade yang cukup panjang melalui dukungan DDR5 dan PCIe 5.0 sehingga pengguna tidak perlu mengganti seluruh sistem dalam waktu dekat.

Kapan PC Jadi Lebih Menguntungkan?

Di sisi lain, PC jadi atau prebuilt semakin menarik karena faktor efisiensi biaya dan kemudahan.

Produsen serta toko komputer biasanya memperoleh harga grosir yang tidak bisa didapatkan pembeli individu. Keuntungan tersebut memungkinkan mereka menjual paket lengkap dengan harga yang mendekati biaya rakit sendiri.

Beberapa analisis pasar bahkan menunjukkan bahwa pada konfigurasi tertentu, PC prebuilt bisa lebih murah dibandingkan membeli seluruh komponen secara terpisah.

Selain harga, pembeli juga mendapatkan keuntungan berupa garansi sistem, layanan purna jual, dan jasa perakitan. Faktor ini sangat membantu bagi pengguna yang tidak ingin repot memasang komponen atau melakukan troubleshooting sendiri.

Bagi pengguna pemula, PC jadi juga mengurangi risiko kesalahan pemilihan komponen yang dapat menyebabkan masalah kompatibilitas.

Mana yang Lebih Baik pada 2026?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan dan kemampuan pengguna.

Jika memahami spesifikasi komputer, rajin berburu promo, serta memiliki beberapa komponen lama yang masih bisa digunakan, merakit PC sendiri masih berpotensi memberikan nilai terbaik.

Namun jika selisih harga hanya beberapa ratus ribu hingga sekitar satu juta rupiah, PC jadi sering kali menjadi pilihan yang lebih praktis karena sudah mencakup garansi, instalasi, dan pengujian sistem.

Karena itu, jangan hanya terpaku pada harga akhir. Perhatikan kualitas power supply, jenis motherboard, kapasitas RAM, model SSD, sistem pendingin, serta masa garansi yang diberikan.

Pada 2026, pertanyaan bukan lagi sekadar "lebih murah mana?", melainkan "lebih menguntungkan mana?". Dengan membandingkan spesifikasi secara detail, konsumen dapat menemukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news