
Suasana kermaian Pantai Glagah Kulonprogo. - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Kulonprogo menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan data Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, jumlah kunjungan wisatawan meningkat 64,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata.
Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang terus mendukung pengembangan sektor pariwisata di daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku pariwisata, dunia usaha, dan masyarakat sehingga kunjungan wisatawan dan pendapatan retribusi wisata terus menunjukkan tren yang positif," ujar Sutarman dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Kunjungan Wisatawan Tembus 1,58 Juta Orang
Dispar Kulonprogo mencatat jumlah kunjungan wisatawan pada Semester I 2025 sebanyak 964.562 orang. Pada periode yang sama tahun 2026, angka tersebut melonjak menjadi 1.584.378 wisatawan.
Jika dirinci pada Triwulan II 2026, tren kunjungan terus meningkat dari bulan ke bulan. Pada April 2026 tercatat sebanyak 259.933 wisatawan, kemudian meningkat menjadi 280.286 wisatawan pada Mei 2026, dan kembali bertambah menjadi 321.915 wisatawan pada Juni 2026.
"Akumulasi kunjungan sepanjang Triwulan II ini sukses menyentuh angka 862.134 wisatawan," lanjut Sutarman.
PAD Pariwisata Sudah Capai 63,35 Persen Target Tahunan
Meningkatnya jumlah wisatawan turut berdampak pada penerimaan daerah dari retribusi destinasi wisata.
Sutarman menjelaskan target PAD sektor pariwisata Kulonprogo sepanjang 2026 ditetapkan sebesar Rp7.827.461.229. Hingga akhir Semester I 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp5.108.395.000.
"Itu artinya hanya kurang sekitar Rp2,7 miliar untuk dapat memenuhi target PAD tahun ini," ucapnya.
Realisasi tersebut telah memenuhi 63,35 persen dari target tahunan. Selain itu, capaian tersebut juga melampaui target PAD Semester I 2026 yang dipatok sebesar Rp4.089.386.000.
Menurut Sutarman, realisasi PAD Semester I 2026 bahkan melampaui target semesteran sebesar 24,92 persen.
"Dibandingkan dengan realisasi PAD Semester I 2025 yang berada di angka Rp3.242.598.000, maka pendapatan retribusi pariwisata Kulonprogo 2026 tumbuh pesat sebesar 57,50 persen," ungkapnya.
Long Weekend dan Libur Sekolah Jadi Pendorong
Sutarman menilai capaian pada Semester I 2026 menjadi modal penting untuk memperkuat optimisme terhadap perkembangan sektor pariwisata Kulonprogo hingga akhir tahun.
Ia menyebut lonjakan kunjungan dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya momentum long weekend dan libur sekolah yang mendorong meningkatnya mobilitas wisatawan.
Dispar Siapkan Strategi Jaga Tren Positif
Untuk menjaga pertumbuhan kunjungan hingga akhir 2026, Dispar Kulonprogo telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan di destinasi wisata, penguatan promosi dan pemasaran secara digital maupun konvensional, pengembangan desa wisata, optimalisasi potensi kearifan lokal, serta penyelenggaraan agenda pariwisata dan festival tahunan guna menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Penguatan promosi dan pemasaran pariwisata secara digital maupun konvensional. Pengembangan desa wisata serta optimalisasi potensi kearifan lokal. Penyelenggaraan agenda pariwisata (event) berkala dan festival tahunan yang menarik minat pelancong domestik maupun mancanegara," jelas Sutarman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2
















































