
Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa./ Ist
SLEMAN - Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling
Maju di Indonesia berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah 2025. Menurut data yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sleman meraih skor 4,14 dari total skor sempurna 5.
Kabupaten Sleman menduduki peringkat kedua setelah Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Sedangkan peringkat ketiga, keempat, dan kelima, masing-masing ditempati oleh Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Bantul, DIY; dan Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Berita ini menjadi kado istimewa bagi saya dan seluruh masyarakat Kabupaten Sleman jelang peringatan Hari Jadi ke- 110 Kabupaten Sleman pada 15 Mei mendatang.
Menilik halaman resmi BRIN, pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) mengadopsi kerangka Global Competitiveness Index (GCI) 2019 yang telah disesuaikan dengan dinamika pembangunan nasional. Terdapat 12 pilar yang menjadi acuan penyusunan daftar ini.
Sementara indikatornya, ada 63 indikator digunakan untuk tingkat provinsi, dan 50 indikator untuk tingkat kabupaten/ kota yang diterapkan pada 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.
Adapun, Kabupaten Sleman meraih predikat kedua berdasarkan pengukuran empat komponen utama, yakni Lingkungan Pendukung (institusi, infrastruktur, adopsi TIK, dan stabilitas ekonomi makro); Sumber Daya Manusia (kesehatan dan keterampilan); Pasar (pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, dan ukuran pasar); serta Ekosistem Inovasi (dinamika bisnis dan kapabilitas inovasi).
Predikat ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Sleman untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari dan berkeadaban. Kami serius meningkatkan pembangunan manusia yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkualias dan berkepribadian unggul. Sejalan dengan 12 pilar penilaian, upaya kami juga tercermin dalam beberapa capaian prestasi pada satu tahun periode kepempimpinan kami.
Pada November 2025 lalu, Kabupaten Sleman meraih predikat Terbaik 1 untuk kategori Penerapan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Kepegawaian, Pengelolaan Sistem Informasi Kepegawaian, Penerapan Sistem Merit dan Manajemen Talenta, Layanan ASN Terbaik seluruh Indonesia, dalam ajang Rakornas BKN Award 2025.
Penghargaan ini menjadi salah satu wujud komitmen kami dalam menghadirkan tata kelola kepegawaian yang profesional, transparan, dan berorientasi pelayanan. Adapun, di bidang infrastruktur, Pemkab Sleman dinilai berhasil meningkatkan anggaran penanganan jalan Kabupaten Sleman sebanyak 46% dibanding tahun 2025, menjadi Rp 108 Miliar pada tahun
anggaran 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk mewujudkan hajat Sleman Dalan e Alus, Dalan e Padang. Harapan kami, kondisi jalan Sleman yang semakin baik tak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan keselamatan penggunanya.
Untuk pilar kesehatan, Kabupaten Sleman baru saja dinobatkan sebagai Kabupaten Siaga Stroke pertama di Indonesia.
Penghargaan ini diberikan oleh Angels Initiative dan World Stroke Organization Indonesia atas keberhasilan Sleman dalam membangun sistem layanan strok yang terpadu melalui sinergi pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, operator ambulans, hingga kader siaga strok.
Penghargaan ini diberikan oleh Angels Initiative dan World Stroke Organization Indonesia atas keberhasilan Sleman dalam membangun sistem layanan strok yang terpadu melalui sinergi pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, operator ambulans, hingga kader siaga strok.
Predikat ini juga didukung dengan tersedianya enam rumah sakit di Kabupaten Sleman yang berhasil meraih predikat Rumah Sakit Siaga Stroke berstandar internasional, yakni RSUD Sleman, RSUP Dr. Sardjito, RSA UGM, RS JIH, RSIY PDHI,
dan RS Hermina.
Sedangkan pada pilar institusi, Pemkab Sleman konsisten mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Alhamdulillah, predikat ini telah kami pertahankan untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut. Tentu apresiasi ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, namun ini merupakan buah integritas dari seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Predikat peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia bukan menjadi ujung perjuangan kami.
Diakuinya masih banyak energi, mimpi, dan tanggungjawab yang masih harus diwujudkan untuk Kabupaten Sleman.
Sesuai dengan tema Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman, saya yakin, Pemkab Sleman bersama seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sleman dapat bersatu, bergotong-royong memperkuat Sleman sebagai kabupaten yang maju. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
2
















































