
Ketua Pengurus Daerah Perkumpulan Besar Padel Indonesia (Pengda PBPI) DIY, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo dan Wakil Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI), Akash Prem Nathani serta jajaran KONI DIY saat membuka turnamel Padel skala internasional, FIP Bronze di Lapangan Padel Jalan Kusumanegara, Kota Jogja, Jumat (22/5/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Olahraga padel semakin menunjukkan pertumbuhan pesat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Antusiasme itu terlihat dari suksesnya penyelenggaraan turnamen internasional FIP Bronze perdana di Jogja mencetak rekor Asia mampu menarik ratusan peserta dari dalam maupun luar negeri. Ajang pertama di Indonesia ini sekaligus menjadi momentum penting bagi perkembangan padel Indonesia menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Ketua Pengurus Daerah Perkumpulan Besar Padel Indonesia (Pengda PBPI) DIY, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo atau Gusti Marrel, menyebut turnamen internasional tersebut menjadi langkah besar bagi olahraga padel di Jogja. Menurutnya, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa padel mulai diterima luas dan memiliki peluang berkembang sebagai olahraga prestasi sekaligus penggerak sport tourism.
Pendaftar Membludak, Banyak Atlet Masuk Waitlist
Turnamen FIP Bronze di Jogja menjadi salah satu dari empat slot kejuaraan internasional yang diberikan federasi padel dunia kepada Indonesia. Ajang ini langsung menyedot perhatian komunitas padel internasional hingga mencetak jumlah peserta di luar perkiraan panitia.
RM Marrel mengungkapkan total pendaftar mencapai lebih dari 200 peserta. Tingginya angka tersebut membuat sebagian atlet harus masuk daftar tunggu atau waitlist karena kuota pertandingan sudah penuh.
"Mungkin ini mencetak rekor pendaftar terbanyak se-Asia sampai 200 peserta lebih. Bahkan kemarin saya lihat ada pemain dari Arab Saudi yang datang ke sini nunggu siapa tahu ada yang cancel untuk bisa masuk dari waitlist ke pendaftaran peserta," ujar RM Marrel di sela pembukaan FIP Bronze di Kota Jogja, Jumat (22/5/2026).
Mayoritas peserta didominasi pemain lokal dengan persentase sekitar 85%. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jogja, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Bali, Medan, hingga Makassar.
Sementara peserta internasional datang dari sejumlah negara seperti Spanyol, Argentina, Rusia, Kanada, Inggris, dan Arab Saudi. Kehadiran atlet mancanegara tersebut membuat atmosfer kompetisi terasa semakin kompetitif dan berkelas internasional.
Pemain Ranking Dunia Turun Bertanding di Jogja
Kualitas turnamen FIP Bronze Jogja juga dinilai tidak bisa dipandang sebelah mata. Kompetisi ini berhasil menghadirkan sejumlah pemain papan atas dunia yang turun langsung bertanding di lapangan.
Beberapa atlet yang ikut berlaga bahkan berasal dari jajaran peringkat 60 hingga 100 dunia. Menurut Marrel, kehadiran pemain elite dunia tersebut menjadi peluang penting bagi atlet-atlet lokal untuk menambah pengalaman internasional dan meningkatkan kualitas permainan mereka.
Ia menjelaskan selama dua tahun terakhir PBPI Pusat rutin menggelar kejuaraan nasional, dan atlet-atlet asal Jogja cukup aktif berpartisipasi serta mampu mencatatkan prestasi.
Padel Jogja Didorong Jadi Penggerak Sport Tourism
Lebih jauh, RM Marrel menilai turnamen padel internasional tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.
Turnamen yang dibuka gratis tanpa tiket masuk tersebut sengaja dirancang agar masyarakat bisa lebih dekat dengan olahraga padel. Langkah ini sekaligus untuk menghapus anggapan bahwa padel hanya olahraga eksklusif bagi kalangan tertentu.
"Kami ingin dari padel ini enggak cuman sport-nya, tapi kita bawa gimana ini berdampak ke sport tourism dan ke masyarakat. Jadi dari travel, akomodasi, makanan, oleh-oleh, itu semua bisa datang ke sini," jelas Marrel.
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan brand lokal dalam setiap penyelenggaraan turnamen besar di Jogja. Menurutnya, kehadiran sponsor nasional maupun internasional tetap harus dibarengi dengan penguatan identitas dan produk asli Jogja agar dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Wakil Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI), Akash Prem Nathani, menilai Yogyakarta memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat olahraga padel di Indonesia. Dukungan infrastruktur, kualitas venue, serta kolaborasi lintas pihak disebut menjadi modal penting untuk membawa Jogja naik kelas di kancah padel internasional.
Fasilitas Padel Jogja Dinilai Setara Venue Eropa
Menurut Akash, fasilitas lapangan padel yang tersedia di Jogja saat ini sudah memenuhi standar internasional. Ia bahkan menyebut kualitas venue di Yogyakarta tidak kalah dibanding fasilitas olahraga padel di sejumlah negara Eropa.
"Fasilitas-fasilitas sekarang yang terutama Jogja sudah memadai banget, sudah kayak di luar, sudah kayak di Eropa, ini sangat luar biasa. Jadi, saya sangat berterima kasih kolaborasi antara semua pihak. Ini saya jamin baru titik awal," ujar Akash Prem Nathani.
Akash menilai keberhasilan penyelenggaraan FIP Bronze tidak lepas dari kuatnya kolaborasi antara pengurus daerah, komunitas olahraga, sponsor, hingga dukungan berbagai pihak dalam membangun ekosistem padel di DIY. Kehadiran fasilitas modern tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet-atlet padel berprestasi di masa mendatang
Jogja Dibidik Jadi Tuan Rumah Event Nasional
Keberhasilan menggelar FIP Bronze di Yogyakarta memunculkan optimisme besar dari PB Padel Indonesia untuk menghadirkan kompetisi dengan level lebih tinggi pada musim berikutnya.
PB Padel Indonesia kini membidik peningkatan status turnamen dari level FIP Bronze menjadi FIP Silver pada tahun depan. Jika target tersebut terealisasi, Jogja berpeluang menjadi salah satu tuan rumah agenda padel internasional paling bergengsi di Indonesia.
"Selain peningkatan level turnamen, Yogyakarta juga dipersiapkan sebagai pusat penyelenggaraan agenda nasional seperti Sirkuit Nasional [Sirnas] padel," katanya.
Penguatan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBPI DIY bersama KONI turut menjadi fokus utama dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON). Langkah tersebut semakin penting setelah olahraga padel resmi hadir di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bagian dari persiapan menuju PON mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

9 hours ago
6

















































