Rakor Hilirisasi di Padang, Mentan Dorong Kemandirian Pangan dan Energi Nasional

1 day ago 6

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan hilirisasi perkebunan bersama kepala daerah dan perangkat kabupaten/kota se-Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure Padang itu dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Limapuluh Kota Safni, Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedi Aziz, serta Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi.

Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mendorong terwujudnya kemandirian pangan, energi, dan hilirisasi sebagaimana visi Presiden.

Ia menyebut, sektor pangan nasional menunjukkan kemajuan signifikan. Target swasembada dalam satu tahun, kata dia, telah tercapai dengan stok mencapai 4,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Tak hanya itu, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga meningkat tajam dari 0,67 persen menjadi 5,74 persen. “Ini lompatan besar dalam 20 sampai 30 tahun terakhir dan harus terus kita lanjutkan,” ujarnya.

Di sektor energi, Amran mengungkapkan pemerintah terus memperkuat pengembangan biofuel. Program B50 ditargetkan berjalan penuh mulai 1 Juli mendatang, yang diharapkan mampu menghentikan impor solar hingga 5 juta ton.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia juga menyinggung capaian kemandirian protein nasional. Tantangan ke depan, lanjutnya, adalah meningkatkan daya saing peternak melalui penguatan industri pakan dan pengolahan yang melibatkan BUMN.

Untuk sektor etanol, pemerintah menargetkan pengembangan mandatori E20, bahkan saat ini telah berada di posisi E27. Kebutuhan etanol ke depan diperkirakan mencapai 8 juta ton guna menopang kemandirian energi nasional.

“Visi besar kita adalah mandiri biofuel, mandiri energi, mandiri pangan, dan mandiri protein. Jika ini tercapai, maka lapangan kerja terbuka luas, kemiskinan menurun, dan kesejahteraan meningkat menuju Indonesia Emas,” terangnya.

Sementara itu, Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hartono, menyampaikan bahwa implementasi program B40 saat ini telah berjalan optimal dan mampu menekan ketergantungan impor solar.

“Dengan B40 saja, kita sebenarnya sudah tidak impor solar. Jika B50 berjalan, Indonesia bahkan berpotensi mengekspor solar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan bioetanol untuk bensin menuju E20 tengah dipersiapkan melalui pembangunan sejumlah pabrik. Saat ini satu pabrik telah beroperasi, satu lainnya telah groundbreaking di Jawa Timur, dan empat pabrik lain segera menyusul.

“Total enam pabrik ini akan mendukung implementasi E20,” katanya.

Amran menegaskan, PTPN akan menjadi motor penggerak dalam percepatan hilirisasi tersebut dengan melibatkan kolaborasi antara BUMN, swasta, dan masyarakat.

“Kesimpulannya, kita akan melakukan groundbreaking sekitar 35 proyek. Semakin cepat terealisasi, semakin besar dampaknya bagi perekonomian nasional,” tutupnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news