Hadiri Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT di Sumbar, Fadly Amran Serukan Keluarga Jadi Benteng Utama Selamatkan Generasi Muda

13 hours ago 9

PADANG, KLIKPOSITIF — Ribuan masyarakat memadati kawasan Car Free Day di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026) pagi, untuk mengikuti Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT. Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar itu menjadi simbol penguatan komitmen bersama dalam menjaga generasi muda dari berbagai persoalan sosial yang dinilai mengancam masa depan daerah.

Deklarasi ditandai dengan penandatanganan di atas kain putih sepanjang satu kilometer oleh para kepala daerah, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga ribuan masyarakat. Penandatanganan tersebut menjadi simbol tekad bersama untuk menolak penyalahgunaan narkoba, tawuran, pergaulan bebas, serta berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar Toton Rasyid, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati, jajaran kepala OPD Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada LKAAM Sumbar bersama Forkopimda yang menggagas deklarasi tersebut. Menurutnya, gerakan kolektif seperti ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat perlindungan terhadap generasi muda Minangkabau di tengah semakin kompleksnya tantangan sosial.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen memperkuat berbagai langkah pencegahan melalui sejumlah program unggulan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Pemko Padang mengapresiasi deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama menolak berbagai bentuk penyimpangan. Kota Padang, dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi dengan berlandaskan nilai agama dan budaya sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” ujar Fadly Amran.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat melalui pembinaan karakter sejak usia dini. Karena itu, Pemerintah Kota Padang terus mengoptimalkan Program Unggulan Smart Surau sebagai pusat pembinaan generasi muda, sekaligus Program Sinergi Nagari yang diperkuat melalui peran Dubalang Kota dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Selain program pembinaan masyarakat, Fadly juga mengungkapkan bahwa Pemko Padang tengah menyiapkan penguatan regulasi yang akan melibatkan unsur adat sebagai bagian dari sistem pembinaan sosial.

“Selain itu, Pemko Padang juga menyiapkan penguatan regulasi melalui sinergi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) dengan Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota. Sinergi regulasi ini akan memperkuat peran hukum adat dalam pembinaan serta pemberian sanksi sosial terhadap berbagai perilaku menyimpang,” katanya.

Fadly menekankan bahwa keluarga memiliki posisi paling strategis dalam membentuk karakter anak. Ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap perkembangan anak di tengah derasnya pengaruh negatif yang datang dari berbagai arah.

“Keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak, karena itu jangan sampai lengah terhadap perkembangan mereka. Mari bersama-sama kita dukung program Smart Surau, Sinergi Nagari, dan berbagai program lainnya untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan deklarasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Ia menilai pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, sekolah, lingkungan, hingga rumah ibadah. Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, hingga tempat ibadah. Mari kita pastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban narkoba, dan seluruh program yang telah dicanangkan dapat dijalankan secara konsisten,” tegas Gatot.

Kapolda juga mendorong terbentuknya Kampung Bebas Narkoba di berbagai daerah di Sumbar sebagai bentuk penguatan pencegahan berbasis masyarakat. Selain itu, ia mengusulkan adanya penghargaan bagi generasi muda yang aktif dalam kegiatan pembinaan karakter sebagai motivasi untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid menegaskan bahwa pencegahan merupakan strategi paling efektif dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika. Ia mengungkapkan, berdasarkan survei prevalensi tahun 2019, sekitar 65 ribu warga Sumatera Barat pernah menyalahgunakan narkotika.

Menurut Toton, angka tersebut menjadi perhatian serius karena kapasitas layanan rehabilitasi yang tersedia masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, keterlibatan seluruh komponen masyarakat menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah munculnya pengguna baru.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk mengalokasikan anggaran khusus bagi program pencegahan narkoba serta pembinaan generasi muda. Ia menilai perlindungan terhadap generasi penerus merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kebijakan yang berkelanjutan.

Melalui deklarasi tersebut, seluruh elemen yang hadir menyatakan komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga adat, tokoh agama, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan Sumatera Barat yang aman, berkarakter, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news