Banjir Rusak Lagi 30 Hektare Sawah Rehabilitasi di Padang

7 hours ago 4

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF- Banjir yang melanda Kota Padang pada Senin (3/8/2026) kembali merusak lahan pertanian yang sebelumnya telah direhabilitasi pascabencana. Sekitar 30 hektare sawah kembali tertimbun lumpur dan material banjir.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulianti, mengatakan lahan yang terdampak merupakan bagian dari 102 hektare sawah yang direhabilitasi melalui program Kementerian Pertanian setelah bencana besar pada akhir 2025.

“Di Kelurahan Kuranji saja ada lima kelompok tani yang terdampak dengan luas sekitar delapan hektare. Secara keseluruhan, sekitar 30 hektare sawah kembali tertimbun material banjir,” kata Yoice, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, sawah yang terdampak tersebar di sejumlah kelompok tani di Kelurahan Kuranji. Lahan tersebut sebelumnya telah kembali produktif dan ditanami padi.

Usia tanaman padi yang terdampak bervariasi, mulai sekitar satu pekan hingga dua bulan. Kondisi itu dikhawatirkan memicu gagal panen bagi para petani.

Menurut Yoice, Pemerintah Kota Padang akan membawa persoalan tersebut dalam pembahasan bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat untuk mencari langkah penanganan.

Namun, ia menilai rehabilitasi lahan tidak akan menjadi solusi jangka panjang jika penyebab utama banjir belum diatasi. Kawasan persawahan berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami pendangkalan akibat bencana sebelumnya.

“Kalau sungainya masih dangkal, meskipun sawah direhabilitasi, banjir akan tetap berulang. Yang paling mendesak sekarang adalah pengerukan sedimentasi sungai dan pembangunan dam pengendali,” ujarnya.

Baca Juga

Rumah Sakit Siti Rahmah Padang Kebanjiran, Senin (3/8/2026)

Ia berharap normalisasi sungai segera dilakukan agar lahan pertanian yang telah direhabilitasi tidak kembali rusak setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang.

Sementara itu, Emi, petani di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, mengatakan sawah miliknya yang baru selesai direhabilitasi kembali tertimbun lumpur dan bebatuan akibat banjir.

“Ada sekitar empat petak sawah. Sudah ditanam, tapi sekarang tertimbun lagi,” katanya.

Emi berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata karena bertani menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di kawasan tersebut.

“Kalau tidak bertani lagi mau jadi apa. Bertani satu-satunya sumber ekonomi kami saat ini,” tuturnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news