PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Rabu, 12 Agustus 2026 04:17 WIB

PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027

Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA— Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditargetkan menghasilkan listrik 18 hingga 20 megawatt (MW) secara konsisten. Energi tersebut diperkirakan mampu memasok kebutuhan listrik sekitar 15.000 rumah di kawasan Jogja.

Direktur Investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Fadli Rahman, mengatakan kemampuan tersebut berkaitan dengan kebutuhan bahan baku sampah untuk mengoperasikan fasilitas PSEL. Instalasi tersebut nantinya membutuhkan pasokan sedikitnya 1.000 ton sampah setiap hari dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Jogja.

"Rata-rata memang seribu ton sampah itu setara dengan 18 sampai 20 megawatt, tergantung dari desain itu sendiri. Jadi listrik yang dihasilkan bisa melistriki sekitar 15 ribu rumah di kawasan Yogyakarta," katanya lagi seusai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Jogja, Selasa.

Listrik PSEL Dibeli PLN

Listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL nantinya tidak langsung dikelola oleh pemerintah daerah. Fadli menjelaskan energi listrik tersebut akan dibeli dan dikelola PT PLN (Persero) sebelum kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

Skema tersebut akan dituangkan melalui perjanjian atau penandatanganan kerja sama antara pemerintah dan PLN. Menurut Fadli, mekanisme serupa telah diterapkan dalam pengelolaan listrik yang berasal dari fasilitas PSEL yang sudah beroperasi di daerah lain.

Untuk proyek PSEL DIY, pembangunan awal ditargetkan dimulai pada 2027 dan rampung pada 2028. Setelah fasilitas beroperasi, pasokan listrik ditargetkan berada pada kisaran 18-20 MW per hari secara konsisten.

"Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, listrik PSEL akan dibeli oleh PLN sebesar 20 sen dolar AS per kWh, yang ini akan mencakup kerja sama selama 30 tahun. Listrik yang akan dicapai secara konsisten 18 sampai 20 megawatt per hari," katanya pula.

Dengan skema tersebut, pembayaran listrik menjadi tanggung jawab PLN. Pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk listrik yang dihasilkan PSEL, tetapi tetap menanggung biaya untuk memasok sampah atau operasional volume sampah.

Olah 1.000 Ton Sampah Setiap Hari

Kebutuhan sedikitnya 1.000 ton sampah per hari membuat keberlangsungan proyek PSEL berkaitan erat dengan pengelolaan sampah di tiga wilayah, yakni Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Jogja.

Sampah dari ketiga wilayah tersebut nantinya menjadi pasokan untuk fasilitas PSEL yang dibangun di kawasan dekat bekas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul.

Fadli menyebut fasilitas tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare. Nilai investasi proyek PSEL DIY diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun.

PSEL Berpotensi Tambah Pendapatan Daerah

Selain menghasilkan energi listrik, pembangunan PSEL DIY juga dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Manfaat tersebut antara lain berasal dari aspek perpajakan dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Produk sampingan dari proses pengolahan sampah juga berpotensi memberikan nilai ekonomi. Salah satunya berupa abu bawah yang nantinya dapat dikerjasamakan dengan pengusaha lokal.

"Ada beberapa potensi penambahan pendapatan untuk daerah termasuk dari sisi pajak dari sisi lapangan pekerjaan, dan dari sisi abu bawah yang nanti produk selain listrik yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha lokal," kata Fadli.

Dengan demikian, proyek PSEL di kawasan Piyungan tidak hanya diarahkan untuk mengolah sampah menjadi energi. Fasilitas tersebut juga diproyeksikan menjadi bagian dari pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan listrik dan membuka peluang manfaat ekonomi bagi DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news