Newswire Rabu, 12 Agustus 2026 05:17 WIB

Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan pengganti Jembatan Kewek di Kota Jogja terus dikebut agar dapat kembali difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Saat ini, pekerjaan pondasi telah rampung dan kontraktor mulai memasuki tahapan struktur lanjutan, termasuk persiapan pemasangan girder.
Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya bersama DPRD DIY meninjau langsung pembangunan jembatan yang menjadi salah satu infrastruktur penyangga kawasan Malioboro tersebut pada Selasa (11/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang menjadi bagian pengawasan Komisi V DPR RI berjalan sesuai rencana dan spesifikasi teknis.
“Ini bagian dari tugas pengawasan kami di Komisi V DPR RI. Kami melihat apa yang dilaksanakan oleh mitra kami, dalam hal ini Kementerian PU,” kata Danang seusai peninjauan di Jogja, Selasa.
Menurut Danang, pembangunan Jembatan Kewek merupakan pembaruan terhadap jembatan lama, bukan penghilangan bangunan bersejarah tersebut. Karena memiliki nilai historis dan karakter tradisional, desain jembatan baru tetap diarahkan untuk mempertahankan ciri khas Jembatan Kewek.
Desain Tetap Pertahankan Karakter Historis
Danang mengatakan keputusan untuk memperbarui Jembatan Kewek sebelumnya telah melalui pembahasan bersama masyarakat Kota Jogja dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
Desain jembatan baru akan mengikuti karakter desain lama dan telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dengan konsep tersebut, pembangunan infrastruktur baru diharapkan tetap menjaga identitas Jembatan Kewek yang selama ini dikenal masyarakat.
“Jembatan Kewek ini perlu diperbarui, bukan dihilangkan seperti yang sempat viral. Desainnya akan mengikuti desain lama dan sudah mendapat persetujuan dari Ngarso Dalem (Gubernur). Artinya, sisi tradisional dan historisnya tetap dipertahankan,” ujarnya.
Komisi V DPR RI menilai progres pekerjaan di lapangan sejauh ini berjalan sesuai rencana. Pengawasan tetap dilakukan agar pembangunan memenuhi spesifikasi teknis sekaligus dapat diselesaikan sesuai target waktu.
Danang berharap jembatan pengganti tersebut nantinya tidak sekadar berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga tetap merepresentasikan karakter Jembatan Kewek yang memiliki nilai sejarah bagi Kota Jogja.
“Harapan kami, pekerjaan ini dilaksanakan sesuai kondisi dan spesifikasinya. Apa yang kita inginkan, jembatan di Kewek yang memiliki nilai historis tinggi, bisa dibangun sesuai dengan kondisi yang lama,” katanya.
Pondasi Rampung, Girder Ditarget Erection September
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY Tisara Sita mengatakan pekerjaan pembangunan Jembatan Kewek telah memasuki tahapan penting.
Pondasi jembatan telah selesai dikerjakan. Selain itu, pekerjaan second pile juga telah dilakukan dan saat ini pihaknya mempersiapkan pemasangan girder.
“Untuk pekerjaan pondasi sudah selesai. Kemudian sudah ada second pile dan saat ini kami mempersiapkan rencana erection girder yang ditargetkan pada akhir September,” kata Tisara.
Tahapan erection girder menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan struktur utama jembatan. Setelah struktur utama terpasang, pekerjaan akan dilanjutkan dengan sejumlah tahapan konstruksi hingga jembatan siap digunakan.
Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik Jembatan Kewek dapat diselesaikan sehingga bisa difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat pada masa Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Aliran Sungai Ikut Ditata
Pembangunan Jembatan Kewek tidak hanya melibatkan pekerjaan pada struktur jembatan. Penataan juga dilakukan pada aliran sungai yang berada di bawah jembatan.
Danang menjelaskan pembangunan tersebut melibatkan bidang bina marga dan sumber daya air. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak juga berperan karena memiliki kewenangan terhadap aliran sungai di bawah Jembatan Kewek.
“Alur sungainya juga dibenahi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta. Nantinya, penataan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan juga akan dilanjutkan melalui program Pemerintah Kota,” katanya.
Penataan tersebut diharapkan dapat membuat kawasan sekitar jembatan menjadi lebih tertata sekaligus mendukung fungsi infrastruktur sebagai bagian dari kawasan strategis Kota Jogja.
Dengan pondasi yang telah rampung dan erection girder ditargetkan pada akhir September, pembangunan Jembatan Kewek kini memasuki fase penting. Pemerintah dan pelaksana proyek masih mengejar target agar akses tersebut dapat kembali digunakan masyarakat pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, tanpa menghilangkan karakter historis yang melekat pada Jembatan Kewek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































