PADANG, KLIKPOSITIF – Politeknik Negeri Padang (PNP) menjadi perguruan tinggi pertama di Sumatera Barat yang meluncurkan Program Kampus Sehat. Peluncuran berlangsung di Gedung Pusat Kesehatan Mahasiswa PNP, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan peluncuran diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dengan tema “Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital”, pemeriksaan mata gratis, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sivitas akademika.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Dr. dr. Marryo Borry WD, MARS, mengatakan PNP menjadi proyek percontohan penerapan Program Kampus Sehat bagi perguruan tinggi lainnya di Sumatera Barat.
“Dua minggu setelah sosialisasi, PNP langsung bergerak cepat meluncurkan Program Kampus Sehat. Saat ini, PNP juga sedang menyiapkan tujuh area Program Kampus Sehat yang diperkuat melalui surat keputusan pembentukan tim,” katanya.
Menurut Marryo, Program Kampus Sehat merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan perguruan tinggi. Program tersebut menjadi langkah strategis untuk mentransformasi kampus sebagai pusat inovasi kesehatan sekaligus teladan dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Program ini dinilai penting karena perguruan tinggi menaungi sekitar sembilan juta mahasiswa dan 300 ribu dosen di seluruh Indonesia. Di sisi lain, kelompok usia remaja dan mahasiswa masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan, seperti merokok dan minuman manis serta rendahnya konsumsi sayur dan buah.
“Dari sepuluh mahasiswa, empat di antaranya mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari. Sementara itu, hanya sekitar empat persen yang mengonsumsi sayur dan buah setiap hari,” ujarnya.
Selain kesehatan fisik, Program Kampus Sehat juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan sosial, pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, serta pelestarian lingkungan kampus.
Marryo menjelaskan, Kementerian Kesehatan menetapkan tujuh area perilaku hidup sehat yang dirancang untuk menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan ramah lingkungan bagi seluruh sivitas akademika.
Penerapannya antara lain melalui penyediaan makanan bergizi seimbang di lingkungan kampus, penggunaan makanan sehat dalam kegiatan dan rapat, pembudayaan olahraga, penerapan kawasan tanpa rokok, pembentukan satuan tugas pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, serta pelestarian lingkungan.
Menurutnya, membangun budaya hidup sehat merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit. Investasi kesehatan terbaik bukan hanya melalui pengobatan, tetapi juga melalui kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten.
“Setelah peluncuran dan penerapan program, akan dilakukan asesmen mandiri terhadap sejumlah indikator. Penilaiannya mulai dari bintang satu hingga bintang lima. Nantinya juga akan ada perlombaan antarkampus,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PNP, Ir. Revalin Herdianto, M.Sc., Ph.D., mengatakan sejumlah budaya hidup sehat sebenarnya telah mulai diterapkan di lingkungan kampus. Salah satunya adalah kegiatan senam bersama setiap Rabu serta penyediaan fasilitas pemeriksaan tekanan darah.
PNP juga terus mengimbau seluruh sivitas akademika agar tidak merokok di dalam ruangan maupun di dekat orang lain. Penerapan Program Kampus Sehat akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan tumbuhnya kesadaran pribadi.
“Harapannya, di mana pun berada, seluruh sivitas akademika tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Karena, kondisi fisik yang bugar menjadi fondasi penting untuk menghasilkan energi positif, pikiran yang jernih, serta sikap optimistis dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” kata Revalin.(*)

7 hours ago
4


















































