
Kegiatan bertajuk Penerapan Teknologi Inkubator Telur Ayam Otomatis untuk Pemberdayaan Karang Taruna Desa Tegalrejo tersebut menyasar anggota Karang Taruna di Padukuhan Tanjung, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul./ Ist
GUNUNGKIDUL — Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun pendanaan 2026. Program tersebut didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan bertajuk Penerapan Teknologi Inkubator Telur Ayam Otomatis untuk Pemberdayaan Karang Taruna Desa Tegalrejo tersebut menyasar anggota Karang Taruna di Padukuhan Tanjung, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.
Memasuki tahap inti, pelatihan praktik pembuatan inkubator telur ayam otomatis digelar pada Minggu (9/8/2026) di salah satu rumah warga setempat. Sebanyak 20 peserta yang sebelumnya telah mengikuti tahap seleksi dan pelatihan terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
Dalam sesi praktik, peserta mendapat pendampingan mulai dari pembuatan kotak inkubator, instalasi komponen listrik dan sistem kontrol, hingga pengujian serta kalibrasi suhu dan kelembapan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan inkubator dapat berfungsi optimal dalam proses penetasan telur ayam.
Ketua tim pengabdian, Ir. Eko Arianto, M.T., dosen Universitas Sanata Dharma, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknologi secara langsung.
“Kami berharap teknologi ini dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat dan meningkatkan keberhasilan penetasan telur dibandingkan dengan cara konvensional,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan melakukan uji coba penggunaan inkubator dengan telur ayam milik masing-masing. Hasil penetasan selanjutnya akan dievaluasi dalam kunjungan berikutnya. Masa uji coba diperkirakan berlangsung sekitar tiga pekan.
Setelah proses perakitan dan pengujian selesai, tim pelaksana juga menyerahkan alat inkubator kepada mitra Karang Taruna. Penyerahan tersebut menandai bahwa alat telah siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan peternakan masyarakat.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 19 Juli 2026 di Balai Padukuhan Tanjung yang dihadiri anggota Karang Taruna. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teori dan persiapan praktik pada 26 Juli 2026.
Melalui program tersebut, diharapkan keterampilan teknis anggota Karang Taruna meningkat sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Pemanfaatan teknologi tepat guna ini juga diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan penetasan telur dan mendorong kemandirian usaha masyarakat desa. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































