Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 01:57 WIB

Ilustrasi Starlink.Starlink/SpaceX
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyalurkan perangkat Starlink untuk membantu menjaga konektivitas komunikasi masyarakat dan petugas dalam penanganan darurat pascagempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan dukungan konektivitas diperlukan agar koordinasi penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, terutama di lokasi yang mengalami gangguan jaringan komunikasi.
“Dalam situasi darurat seperti ini, komunikasi harus tetap terhubung. Karena itu, kami berupaya memastikan dukungan konektivitas dapat hadir di lokasi-lokasi yang membutuhkan, khususnya posko penanganan bencana dan fasilitas kesehatan,” ujar Angga dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Perangkat Starlink tersebut disalurkan ke dua lokasi yang menjadi bagian dari penanganan bencana di Nagekeo. Bantuan pertama diserahkan di Posko Gabungan Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores, Nagekeo, pada Kamis (20/8/2026).
Sementara itu, perangkat lainnya disalurkan ke RSUD Aeramo pada Rabu (19/8/2026). Fasilitas kesehatan tersebut menjadi salah satu lokasi penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Bantuan konektivitas itu diharapkan membantu petugas kesehatan dan tim penanganan bencana tetap berkomunikasi ketika jaringan konvensional mengalami gangguan atau keterbatasan akibat bencana.
Dengan akses internet yang tetap tersedia, koordinasi antarpersonel serta pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih optimal selama masa tanggap darurat.
Angga mengatakan dukungan teknologi dalam situasi bencana harus bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Yang paling penting adalah masyarakat tidak merasa sendiri. Pemerintah bersama seluruh unsur akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu mempercepat proses penanganan serta pemulihan,” katanya.
Gempa yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 turut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Berdasarkan pemutakhiran parameter BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan episenter sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.
Pemerintah bersama berbagai unsur terkait masih melakukan penanganan dan pemulihan, termasuk memperkuat layanan kesehatan serta dukungan bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































