Hashim Ingatkan Rusun Manggarai Jangan Diborong Spekulan

6 hours ago 3

Newswire

Newswire Sabtu, 22 Agustus 2026 22:47 WIB

Hashim Ingatkan Rusun Manggarai Jangan Diborong Spekulan

Perumahan. - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Satuan Tugas (Satgas) Perumahan meminta penyaluran kepemilikan unit Rumah Susun (Rusun) Manggarai benar-benar menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pengawasan diperketat untuk mencegah unit hunian strategis tersebut dikuasai spekulan.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut harus memastikan proses pendataan hingga pembiayaan berjalan sesuai sasaran.

Hashim mengingatkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan program hunian vertikal di kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai untuk memborong unit.

“Ini jangan nanti ada oknum nakal, jangan sampai ini nanti salah disalurkan ke orang-orang yang tidak butuh. Jadi ini yang kita minta, betul-betul diperhatikan. Jangan diborong,” ujar Hashim saat ditemui di Kompleks Manggarai, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, sistem verifikasi oleh perbankan penyalur juga harus dilakukan secara ketat. Langkah tersebut penting untuk memastikan kepemilikan hunian tersebar secara adil dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu.

Hashim juga mewaspadai kemungkinan penggunaan nama pihak ketiga untuk menguasai lebih dari satu unit. Karena itu, proses pendataan peminat hingga akad pembiayaan perlu mendapatkan pengawasan sejak awal.

“Satu pelanggan, satu peminat hanya dapat satu tempat [unit]. Karena ini program bagus. Tapi, eksekusinya harus diperhatikan,” tegasnya.

Rusun Manggarai Dibangun untuk Program 3 Juta Rumah

Proyek Rusun Manggarai merupakan bagian dari pengembangan kawasan TOD yang dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT KAI Properti Manajemen.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut dilakukan pada Jumat (21/8/2026). Pengembangan hunian vertikal ini menjadi bagian dari realisasi Program 3 Juta Rumah yang merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menargetkan pembangunan Rusun Manggarai dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 18 bulan.

“Pengerjaan total akan memakan waktu selama 18 bulan, dimulai hari ini. Pertengahan 2028 lah [selesai],” ujar Bobby.

Rusun tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektare dengan status HP-HPL dan kepemilikan tanah oleh KAI.

Bangunan hunian vertikal itu dirancang setinggi 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian. Lokasinya yang berada di kawasan Manggarai membuat proyek tersebut memiliki akses terhadap berbagai jaringan transportasi publik.

Dengan konsep TOD, hunian tersebut diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi MBR, tetapi juga memberikan kemudahan akses menuju berbagai moda transportasi.

Pengawasan terhadap proses kepemilikan menjadi salah satu faktor penting agar tujuan pembangunan hunian terjangkau tersebut tetap sesuai dengan sasaran program pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news